Sabtu, 10 October 2026 08:06 UTC

Kebonsari Mansion menghadirkan hunian bergaya vila dengan desain arsitektur Scandinavian di kawasan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember. Foto: Istimewa/PT Cileungsi Graha Raya
JATIMNET.COM, Jember – Kebonsari Mansion menghadirkan konsep hunian bergaya vila di tengah perkotaan dengan mengusung desain arsitektur Scandinavian. Perumahan komersial yang berlokasi di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur, ini memadukan desain modern dengan kawasan berkonsep klaster.
Branch Manager PT Cileungsi Graha Raya, Sigit Kurniawan, mengatakan pengembang memilih konsep tersebut untuk memberikan alternatif hunian bagi masyarakat yang menginginkan kenyamanan rumah bergaya vila tanpa harus tinggal jauh dari pusat kota.
Menurut dia, pengembangan hunian tidak hanya memperhatikan fungsi bangunan, tetapi juga suasana ruang dan kenyamanan penghuninya.
“Kita berkonsep vila di tengah kota. Untuk arsitekturnya, kita menggunakan gaya Scandinavian,” kata Sigit saat dikonfirmasi usai kegiatan akad massal di Kebonsari Mansion, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Salah satu ciri arsitektur yang ditonjolkan terletak pada bagian depan rumah dengan langit-langit tinggi. Pada tipe tertentu, ketinggian area tersebut mencapai sekitar enam meter.
Desain ini memberikan peluang bagi pemilik rumah untuk mengembangkan ruang tambahan, seperti mezzanine, dengan tetap menyesuaikan desain teknis dan ketentuan bangunan yang berlaku.
Tawarkan Tiga Tipe Rumah
Kebonsari Mansion menyediakan tiga kelompok tipe rumah, yakni Kana, Balsa, dan Alba. Masing-masing tipe memiliki variasi luas bangunan dan lahan untuk mengakomodasi kebutuhan calon penghuni.
Tipe Kana tersedia dalam dua pilihan. Pertama, rumah dengan luas bangunan 36 meter persegi di atas lahan 84 meter persegi. Kedua, bangunan seluas 40 meter persegi dengan luas tanah 90 meter persegi.
Hunian Kebonsari Mansion mengusung desain Scandinavian dengan karakter bangunan modern dan langit-langit tinggi untuk menghadirkan kenyamanan bagi penghuni. Foto: Istimewa/PT Cileungsi Graha Raya
Sementara itu, tipe Balsa menawarkan sejumlah variasi, termasuk rumah dengan luas bangunan 27 meter persegi di atas lahan 60 meter persegi serta bangunan 31 meter persegi di atas lahan 65 meter persegi.
Pengembang juga memperkenalkan tipe Alba pada Agustus 2026. Tipe ini memiliki luas bangunan 54 meter persegi dengan luas tanah hingga 120 meter persegi. Rumah tersebut dilengkapi tiga kamar tidur dan dua kamar mandi.
Selain menawarkan variasi bangunan, pengembang merencanakan sejumlah fasilitas untuk mendukung aktivitas penghuni. Fasilitas tersebut meliputi kolam renang, pusat kebugaran luar ruang (outdoor gym), taman bermain anak, dan sistem keamanan satu pintu.
Pengembang juga menyiapkan layanan pengelolaan kawasan atau estate management untuk menunjang pemeliharaan dan kenyamanan lingkungan perumahan.
Dikembangkan di Lahan Tujuh Hektare
Sigit menjelaskan, lokasi di kawasan perkotaan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan Kebonsari Mansion. Kedekatan dengan pusat aktivitas dinilai penting bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan kemudahan akses untuk menunjang kegiatan sehari-hari.
Dari sisi pengembangan, perumahan ini direncanakan berdiri di atas lahan sekitar tujuh hektare dengan kapasitas lebih dari 500 unit rumah.
Pengembang menawarkan harga awal hunian di kisaran Rp200 jutaan. Calon pembeli dapat memilih tipe rumah sesuai kebutuhan dengan mengikuti ketentuan harga dan transaksi yang berlaku.
Kebonsari Mansion merencanakan sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari kolam renang, outdoor gym, hingga taman bermain anak. Foto: Istimewa/PT Cileungsi Graha Raya
Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sebanyak 40 konsumen mengikuti akad jual beli massal untuk pembelian rumah secara tunai. Proses tersebut melibatkan notaris yang bertugas melakukan pencatatan dan penandatanganan akta jual beli.
Fasilitas dan Konsep Lingkungan Jadi Pertimbangan Pembeli
Salah satu konsumen, Lia Zannubah Adillah, mengaku tertarik membeli rumah di Kebonsari Mansion karena konsep lingkungan dan fasilitas yang ditawarkan pengembang.
Ia secara khusus menyoroti penggunaan teknologi smart lock door atau kunci pintu pintar. Selain itu, keberadaan fasilitas kebugaran luar ruang dan kolam renang turut menjadi pertimbangannya.
“Yang paling saya suka sebenarnya smart lock door-nya. Saya juga suka ada outdoor gym, kolam renang, dan suasananya nyaman,” ujarnya.
Meski desain dan fasilitas dapat menjadi daya tarik, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum memutuskan membeli rumah. Kebutuhan ruang keluarga, spesifikasi bangunan, biaya pemeliharaan, serta kepastian dokumen kepemilikan menjadi hal penting untuk diperiksa.
Dengan mempertimbangkan aspek tersebut, calon penghuni dapat menyesuaikan pilihan hunian dengan kebutuhan keluarga dan kemampuan finansial dalam jangka panjang.
