Logo

Gudang Ban Bekas di Trowulan Terbakar Hebat, Petugas Berjibaku Cegah Api Merembet ke SPBU

Kerahkan 10 mobil Damkar, tumpukan ban perbesar kobaran
Reporter:,Editor:

Jumat, 23 October 2026 03:46 UTC

Gudang Ban Bekas di Trowulan Terbakar Hebat, Petugas Berjibaku Cegah Api Merembet ke SPBU

Gudang pengolahan ban bekas terbakar di Desa Domas, Trowulan, Mojokerto, Kamis, 22 Oktober 2026. Foto: Wanto

JATIMNET.COM, Mojokerto — Kebakaran melanda gudang penyimpanan dan pengolahan ban bekas di Desa Domas, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis sore, 22 Oktober 2026. Tumpukan ban yang mudah terbakar membuat api cepat membesar, disertai kepulan asap hitam yang membumbung tinggi.

Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 10 unit mobil pemadam untuk mengatasi kebakaran tersebut. Personel kepolisian dan petugas terkait turut membantu penanganan guna mencegah kobaran api merembet ke area lain.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.30 WIB. Petugas keamanan yang melihat kejadian itu sempat berusaha melakukan penanganan awal. Namun, besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman secara manual tidak mampu mengendalikan kebakaran.

Petugas kemudian memusatkan upaya untuk memadamkan api sekaligus mengamankan tumpukan ban yang belum terbakar. Mereka memisahkan atau memindahkan sebagian material untuk menciptakan jarak aman agar api tidak menjalar ke area penyimpanan lainnya.

Langkah tersebut menjadi penting karena lokasi gudang disebut berada tidak jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Petugas berupaya membatasi penyebaran api agar tidak menjangkau kawasan di sekitar lokasi kebakaran.

Kapolsek Trowulan Kompol I Gusti N.K. Swastama A, mengatakan, penyebab kebakaran masih diselidiki. Dugaan awal bahwa api berasal dari percikan sampah belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dugaan awal, api bisa berasal dari percikan sampah. Namun, kami masih belum mengetahui secara pasti penyebabnya,” ujarnya.

Selain memadamkan kobaran api, petugas melakukan pembasahan terhadap material yang terbakar untuk mencegah munculnya kembali titik api di antara tumpukan ban.

“Jadi, ban-ban ini dikosongkan lahannya supaya ban-ban yang lain tidak ikut terbakar,” katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga Kamis malam petugas masih berupaya memadamkan api dan menangani sisa bara. Proses pembasahan terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian mengenai penyebab kebakaran maupun total kerugian material. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan sumber api, sedangkan penanganan di lokasi dilakukan guna mencegah kebakaran meluas.

Masyarakat yang berada di sekitar gudang diimbau menjauhi lokasi selama proses pemadaman berlangsung dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.