Logo

Elektabilitas Golkar Naik Jadi 9,5 Persen, Ali Mufthi Sebut Tren Positif

Reporter:,Editor:

Rabu, 21 October 2026 06:00 UTC

Elektabilitas Golkar Naik Jadi 9,5 Persen, Ali Mufthi Sebut Tren Positif

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi saat diwawancarai wartawan, Rabu, 21 Oktober 2026. Foto: Khaesar/Jatimnet.

JATIMNET.COM, Surabaya – Elektabilitas Partai Golkar naik menjadi 9,5 persen berdasarkan survei Litbang Kompas pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat 1,6 poin persentase dibandingkan survei April 2026 yang mencatat elektabilitas partai berlambang pohon beringin itu sebesar 7,9 persen.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufthi menyambut positif tren tersebut. Menurut dia, kenaikan elektabilitas menunjukkan pergerakan partai mulai mendapat apresiasi masyarakat.

“Kalau melalui survei tentu kita mengikuti. Kita sudah ada kenaikan 10,4 persen dari berbagai lembaga survei. Ini sesuatu yang menggembirakan buat kita di Jawa Timur, DPD Golkar Jawa Timur, bahwa pergerakan Golkar diapresiasi oleh masyarakat,” kata Ali, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ali menyebut sejumlah lembaga survei mencatat elektabilitas Golkar telah menembus angka 10 persen. Meski angka tersebut berbeda dengan hasil Litbang Kompas, ia menilai capaian itu menjadi sinyal positif bagi partai dalam memperkuat dukungan setelah pemilu.

“Dalam sejarah Golkar pascapemilu dua tahun, survei yang 10 persen lebih itu, insyaallah pada periode ini. Ada 10,4 persen, ada 10,8 persen. Ini sesuatu yang luar biasa yang kita apresiasi kepada masyarakat di Indonesia dan di Jawa Timur khususnya,” ujarnya.

Menurut Ali, tren tersebut menjadi dorongan bagi pengurus Golkar untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat, termasuk kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menggelar turnamen mini soccer dalam rangkaian peringatan HUT ke-60 Partai Golkar.

“Termasuk mini soccer, itu adalah bagian dari rangkaian HUT Golkar ke-60 untuk merangkul pemilih pemula,” katanya.

Ali berharap berbagai kegiatan tersebut dapat memperluas kedekatan partai dengan masyarakat dan menjaga tren positif elektabilitas.

Namun, hasil survei dari sejumlah lembaga dapat berbeda karena perbedaan waktu pengumpulan data, metode penelitian, dan karakteristik responden.

Kenaikan elektabilitas dalam survei menjadi salah satu indikator untuk membaca dukungan publik terhadap Golkar. Hasil tersebut belum dapat menjadi patokan tunggal untuk memproyeksikan perolehan suara partai pada pemilu mendatang.