Kamis, 15 October 2026 08:29 UTC

Penampilan grup musik Keroncong Gemasaktika SMA PGRI 1 Jombang yang membuat decak kagum banyak kalangan. Foto: Istimewa/Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Jombang
JATIMNET.COM, Jombang – Penampilan grup musik Keroncong Gemasaktika SMA PGRI 1 Jombang mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Jombang, Eko Tedjo Sunariyanto. Ia menilai keterlibatan siswa dalam memainkan musik keroncong menjadi upaya penting untuk menjaga kelestarian musik tradisional di tengah perkembangan zaman.
Grup Keroncong Gemasaktika tampil dalam kegiatan Dialog Warung Pojok Kebon Rojo yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Jombang di SMA PGRI 1 Jombang, Rabu, 14 Oktober 2026.
Para personel grup tersebut merupakan siswa dari berbagai kelas yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keroncong di sekolah. Mereka membawakan sejumlah lagu dengan iringan musik keroncong.
Eko mengaku bangga melihat para pelajar masih memiliki minat untuk memainkan musik tradisional di tengah maraknya disrupsi budaya populer dan perkembangan teknologi digital.
"Saya turut bangga ya, karena di zaman sepeti ini masih ada anak-anak (siswa) yang punya upaya mempertahankan budaya kita, musik tradisional seperti Keroncong ini. Tntu harus kita dukung bersama," ujarnya.
Ia juga menikmati penampilan para siswa yang membawakan lagu-lagu lawas dengan aransemen keroncong. Menurutnya, perpaduan lagu dan alunan musik tersebut menghadirkan suasana yang menenangkan sekaligus membangkitkan kenangan masa muda.
"Bernostalgia dengan masa mudanya. Terutama orang-orang seusia saya ya. Kami berharap kreativitas ini terus dikembangkan dan bisa dipadukan dengan teknologi saat ini untuk mempromosikannya," ungkapnya.
Pelajar Diajak Bijak Menggunakan Media Sosial dan AI
Selain menampilkan kreativitas siswa, Dialog Warung Pojok Kebon Rojo membahas penggunaan media sosial, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta pengelolaan informasi di era digital.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jombang, Endro Wahyudi, menilai tema tersebut relevan bagi kalangan pelajar karena mereka termasuk kelompok yang aktif menggunakan media sosial dan teknologi AI.
"Sehingga sangat pas untuk para siswa dan anak-anak remaja karena merekalah yang paling aktif hari ini di media sosial maupun penggunaan AI," cetusnya.
Endro menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai batasan dalam memanfaatkan teknologi digital. Meski teknologi memungkinkan pengguna mengakses berbagai informasi dan membuat beragam konten, pengguna tetap harus memperhatikan etika serta hak orang lain.
"Walaupun teknologi sekarang itu tanpa batas, tentu sebagai manusia yang bermoral dan beretika kita punya batasan-batasan dalam menggunakan teknologi digital ini. Karena disana ada hak-hak orang lain juga yang perlu dilindungi," tegasnya.
Ia berharap para pelajar memahami aturan dalam beraktivitas di ruang digital sehingga dapat memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dan terhindar dari persoalan hukum akibat ketidaktahuan.
"kami harap para siswa di Jombang khususnya, tidak terjerat kasus hukum akibat ketidaktahuan mereka tentang aturan dan batasan ini. Sehingga ruang digital menjadi ruang yang aman bagi kita semua," tukasnya.
SMA PGRI 1 Jombang Dukung Edukasi Digital
Kepala SMA PGRI 1 Jombang, Abd. Qodir, menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kominfo Kabupaten Jombang yang memilih sekolahnya sebagai lokasi kegiatan dialog tersebut.
Ia menilai edukasi mengenai penggunaan media sosial dan teknologi digital penting bagi siswa, mengingat tingginya aktivitas pelajar di ruang digital.
"Kegiatan ini tentu sangat positif bagi anak-anak kami, karena memang para siswa lah yang saat ini paling aktif di media sosial," ujarnya.
Qodir berharap kegiatan tersebut membantu siswa mengenali aturan dan batasan dalam menggunakan teknologi agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif atau menghadapi persoalan hukum.
"Namun mereka perlu tahu aturan dan batasan-batasannya agar tidak terjerumus dalam hal yang negatif, apalagi tersangkut masalah hukum," pungkasnya.
Dialog Warung Pojok Kebon Rojo kali ini mengangkat tema "Pelajar Cerdas Digital: Bijak Bermedia Sosial, Kreatif dengan AI, dan Kritis Mengelola Informasi".
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Kacabdin Jawa Timur Wilayah Jombang, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jombang, serta Ketua Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.
