Minggu, 11 October 2026 03:07 UTC

Samsul Arifin tetap produktif meski menjalani masa hukuman pidana di penjara. Ia bekerja di kantin Manohara Lapas Mojokerto, Senin, 5 September 2026. Foto: Wanto.
JATIMNET.COM, Mojokerto - Sejak sekitar pukul 04.00 WIB, Samsul Arifin sudah bekerja di dapur kantin Mandora 37 Lapas Mojokerto.
Pria yang belum genap berusia 43 tahun itu menyiapkan nasi, gorengan, bala-bala, mendoan, martabak, dan makanan lainnya hingga menjelang Magrib.
Bagi Samsul, pekerjaan itu menjadi bagian dari pembinaan sekaligus bekal untuk menata hidup. Warga binaan pemasyarakatan tersebut sedang menjalani hukuman 4 tahun 6 bulan karena kasus pencurian.
Selama di lapas, ia mengikuti pembinaan keagamaan dan keterampilan. Suasananya mengingatkan Samsul pada kehidupan di pondok.
“Seperti di pondok, kalau waktunya salat ya salat. Waktu kegiatan kerja juga dilakukan bersama-sama teman-teman,” katanya saat ditemui Senin, 5 September 2026.
Samsul sebelumnya sudah terbiasa berjualan gorengan. Namun, selama bekerja di dapur kantin, keterampilan memasaknya semakin berkembang.
Ia kini mampu membuat lebih banyak menu, termasuk bala-bala, tempe mendoan, dan martabak.
Keterampilan itu ingin digunakannya setelah bebas. Samsul berencana kembali berjualan keliling ke sekolah-sekolah, seperti sebelum menjalani hukuman.
“Saya ingin jalan kaki untuk menemui keluarga,” ujar Samsul.
Ia memiliki tiga anak, dua di antaranya masih tinggal bersamanya. Kerinduan kepada keluarga menjadi salah satu alasan Samsul ingin segera kembali ke tengah masyarakat.
Baginya, berjualan bukan hanya cara mencari penghasilan, tetapi juga jalan untuk membangun kembali kehidupan bersama keluarga. Ia berharap masa lalu tidak terulang dan kebebasannya diisi dengan kegiatan positif.
“Semoga bisa memberi contoh yang lebih baik,” ujarnya.
Samsul berharap program pembinaan di lapas terus dipertahankan dan dikembangkan karena menjadi bekal bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.
Ia juga mendoakan teman-temannya agar dapat menyelesaikan masa hukuman dan segera berkumpul dengan keluarga.
“Semoga teman-teman di sini semua juga cepat pulang kembali ke keluarganya masing-masing. Menjalani hukuman seperti yang ditentukan, biar cepat kembali ke keluarga,” katanya.
Ia menegaskan, kepulangan itu harus menjadi akhir dari masa hukuman, bukan awal untuk kembali ke lapas.
“Jangan sampai kembali lagi,” ucapnya.
Dari dapur kantin Lapas Mojokerto, Samsul tidak hanya menyiapkan makanan. Ia juga menyiapkan bekal untuk memulai kembali berjualan, menghidupi keluarga, dan pulang tanpa mengulangi kesalahan.
