Logo

Cari Kos Jangan Cuma Lihat Kamar, Cek Kamar Mandinya

Harga murah dan Wi-Fi cepat terasa kurang berarti ketika air sering mati atau kamar mandi membuat penghuninya tidak nyaman.
Reporter:,Editor:

Kamis, 08 October 2026 08:30 UTC

Cari Kos Jangan Cuma Lihat Kamar, Cek Kamar Mandinya

Ilustrasi: Cek Sebelum Pilih Kos. -Dx Gen-AI

JATIMNET.COM - Memilih kos sering dimulai dari tiga pertanyaan: berapa harga sewanya, seberapa jauh dari kampus atau tempat kerja, dan apakah tersedia Wi-Fi. Ada satu bagian yang justru seharusnya diperiksa lebih teliti sebelum membayar uang muka, yaitu kamar mandi dan sistem sanitasinya.

Alasannya sederhana. Kamar dapat dirapikan setelah ditempati. Furnitur bisa ditambah secara bertahap. Namun penghuni akan lebih sulit mengatasi sendiri saluran pembuangan bermasalah, pasokan air tidak stabil, toilet yang digunakan terlalu banyak orang, atau kamar mandi yang tidak memiliki sirkulasi udara memadai.

Persoalan sanitasi juga bukan isu kecil dalam kondisi perumahan Indonesia. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan 85,37 persen rumah tangga Indonesia memiliki akses terhadap sanitasi layak pada 2025. Dengan kata lain, masih sekitar 14,63 persen yang belum tercakup dalam kategori tersebut.

Jawa Timur berada sedikit di atas angka nasional. Pada 2025, sebanyak 88,26 persen rumah tangga di provinsi ini memiliki akses terhadap sanitasi layak. Di wilayah perkotaan Jawa Timur angkanya 89,59 persen, sedangkan di perdesaan 86,57 persen.

Angka itu memang menggambarkan rumah tangga secara keseluruhan, bukan kos secara khusus. Namun datanya memberikan konteks penting: fasilitas sanitasi merupakan bagian mendasar dari kualitas tempat tinggal.

 

Kamar Mandi Dalam Belum Tentu Lebih Baik

Label "kamar mandi dalam" sering menjadi nilai jual sebuah kos. Fasilitas tersebut menawarkan privasi dan penghuni tidak perlu mengantre.

Namun lokasinya yang berada di dalam kamar membawa konsekuensi lain. Kelembapan dari kamar mandi perlu keluar dengan baik agar tidak terus berada di ruang tidur.

Karena itu, ketika melihat calon kamar kos, jangan hanya membuka pintu kamar mandi selama beberapa detik. Perhatikan apakah tersedia ventilasi, exhaust fan, atau jalur pertukaran udara lain.

Lihat pula kondisi dinding dan plafonnya. Bau lembap yang kuat, bercak yang berulang, cat mengelupas, atau permukaan yang terus basah dapat menjadi petunjuk bahwa ruangan perlu diperiksa lebih jauh.

Kamar mandi bersama juga tidak otomatis buruk. Fasilitas bersama yang bersih, terawat, mempunyai air stabil, dan jumlahnya sebanding dengan penghuni bisa lebih nyaman dibandingkan kamar mandi pribadi yang pengap dan sulit dirawat.

 

Hitung Berapa Orang Memakainya

Saat melihat kos pada siang hari, kamar mandi bersama mungkin tampak kosong. Situasinya dapat berbeda pada pukul enam pagi ketika hampir semua penghuni bersiap berangkat.

Karena itu, tanyakan jumlah kamar yang terisi dan berapa kamar mandi yang tersedia. Informasi sederhana tersebut membantu memperkirakan kemungkinan antrean pada jam sibuk.

Pertanyaan semacam ini menjadi lebih penting apabila sebagian besar penghuni memiliki jadwal yang hampir sama, misalnya mahasiswa satu kampus atau pekerja dari kawasan perkantoran yang sama.

Periksa pula siapa yang bertanggung jawab membersihkan kamar mandi bersama. Ada kos yang menyediakan petugas kebersihan, ada yang menggunakan jadwal penghuni, dan ada pula yang menyerahkan sepenuhnya kepada kebiasaan masing-masing.

Sistem mana pun dapat berjalan. Yang penting aturannya jelas sejak awal.

 

Jangan Malu Mencoba Keran Air

Ada calon penghuni yang merasa sungkan membuka keran ketika survei kos. Padahal pemeriksaan sederhana itu penting. Nyalakan air dan perhatikan alirannya. Tanyakan apakah tekanan air berubah pada pagi atau malam hari, apakah tersedia tandon, serta apa yang terjadi ketika listrik padam jika pompa menjadi sumber utama pasokan.

Ketersediaan air merupakan bagian penting dari kualitas hunian. BPS melaporkan akses rumah tangga Indonesia terhadap air minum layak meningkat dari 93,22 persen pada 2025 menjadi 93,71 persen pada 2026. Pada periode yang sama, akses sanitasi layak meningkat dari 85,37 persen menjadi 86,73 persen.

Perlu dicatat, istilah "air minum layak" dalam statistik tidak sama dengan sekadar air keran yang terlihat jernih. Karena itu, penghuni kos tetap perlu mengetahui sumber air yang digunakan untuk mandi dan mencuci serta sumber air yang mereka konsumsi.

Jika pemilik mengatakan air berasal dari sumur, tidak ada salahnya bertanya apakah pasokannya pernah berkurang ketika kemarau. Jika menggunakan layanan perpipaan, tanyakan pula bagaimana kos mengantisipasi gangguan pasokan. Pertanyaan tersebut jauh lebih berguna daripada baru mengetahuinya setelah pindah.

 

Lihat Ke Mana Air Pergi

Orang cenderung memperhatikan air yang keluar dari keran, tetapi lupa memperhatikan ke mana air kotor mengalir. Cobalah melihat lantai kamar mandi. Apakah air segera masuk ke saluran atau justru menggenang? Apakah tercium bau dari lubang pembuangan? Adakah bagian lantai yang licin akibat air terus tertahan?

BPS menggunakan kriteria yang cukup spesifik dalam mendefinisikan sanitasi layak. Salah satu komponennya berkaitan dengan fasilitas buang air besar dan sistem pembuangan akhir tinja, antara lain tangki septik atau sistem pengolahan air limbah sesuai kriteria yang digunakan dalam statistik tersebut.

Definisi itu menunjukkan bahwa sanitasi tidak berhenti pada toilet yang tampak bersih dari luar. Bagi calon penghuni, tentu tidak realistis membongkar sistem pembuangan sebuah kos.

Namun beberapa pertanyaan masih wajar diajukan: apakah pernah terjadi saluran mampet, siapa yang menangani kerusakan, dan apakah biaya perbaikan fasilitas bersama ditanggung pemilik atau penghuni. Jawabannya sebaiknya diketahui sebelum kontrak dimulai.

 

Datang Sekali Lagi pada Jam Berbeda

Foto iklan kos hampir selalu diambil ketika kondisi terbaik. Karena itu, survei langsung masih mempunyai nilai besar. Jika kos tersebut akan ditempati berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, datang dua kali bukan tindakan berlebihan.

Kunjungan pertama dapat dilakukan siang hari untuk melihat pencahayaan dan kebersihan. Kunjungan berikutnya bisa dilakukan menjelang pagi atau sore untuk melihat aktivitas penghuni dan kondisi air pada jam yang lebih sibuk.

Publikasi Statistik Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Timur 2025 sendiri menggunakan data Susenas Maret 2025 untuk menggambarkan berbagai kondisi perumahan dan permukiman di Jawa Timur.

Kehadiran publikasi khusus tersebut menunjukkan bahwa kualitas tempat tinggal memang tersusun dari banyak unsur, bukan hanya status kepemilikan atau bentuk bangunan. Prinsip yang sama dapat diterapkan ketika memilih kos.

Jangan langsung terpikat kamar yang terlihat estetik, kasur besar, pendingin udara, atau internet cepat. Buka kamar mandinya. Coba kerannya. Periksa ventilasinya. Lihat saluran airnya. Tanyakan jadwal pembersihan dan gangguan yang pernah terjadi.

Kamar mandi mungkin bukan bagian paling menarik untuk difoto ketika mencari kos. Namun setelah seseorang tinggal di sana, fasilitas inilah yang akan digunakan setiap hari.

Kos yang nyaman akhirnya bukan sekadar tempat dengan kamar yang bagus. Air yang tersedia, sanitasi yang layak, kebersihan yang terjaga, dan fasilitas yang berfungsi justru menjadi dasar agar kehidupan sehari-hari berjalan tanpa banyak gangguan.