Minggu, 11 October 2026 02:00 UTC

Focus Group Discussion (FGD) yang digelar BPBD Jatim bersama Siap Siaga Jatim membahas tentang rintisan Pesantren Tangguh Bencana Pestana, Jumat, 9 Oktober 2026. Foto: jatimprov.go.id.
JATIMNET.COM, Sidoarjo – Sebanyak 5.930 dari 7.430 pondok pesantren di Jawa Timur (Jatim) berada di wilayah dengan potensi risiko bencana tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan bahwa data potensi risiko itu berdasarkan hasil pemetaan lokasi pesantren dengan berbagai ancaman bencana.
“Setelah kita overlay dengan multi hazard bencana, tercatat sebanyak 5.930 pesantren berada di wilayah dengan potensi risiko tinggi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026).
Gatot menyebut, sejumlah kejadian bencana yang menimpa pondok pesantren di Jatim dalam setahun terakhir menjadi pelajaran penting untuk memperkuat kesiapsiagaan.
Salah satunya, runtuhnya bangunan mushala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pada 29 September 2025.
Oleh karena itu, BPBD Jatim merintis program Pesantren Tangguh Bencana (Pestana). Rintisan program ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar BPBD Jatim bersama Siap Siaga Jatim di Hotel Neo, Sidoarjo, Jumat, 9 Oktober 2026.
Dukungan terhadap rintisan program tersebut disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kemenag Jatim, H. Imam Turmidi. Ia menilai, kesiapsiagaan bencana perlu mendapat perhatian serius karena banyak pesantren berada di kawasan rawan bencana.
“Kalau jumlah santrinya sekitar 660.437 santri. Jumlah yang banyak ini tentu sangat kompleks sekali karena mayoritasnya berada di daerah rawan bencana sebagaimana data BPBD Jatim,” ujarnya.
Ketua Rabithah Ma'ahid al-Islamiyah (RMI) PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Hidayat, juga mendukung pembentukan Pestana. Menurutnya, pelatihan kebencanaan diperlukan agar pesantren memiliki kemampuan menghadapi situasi darurat.
“Saya kira, 80 persen pondok pesantren di Jawa Timur ini merupakan pesantren NU. Maka, perlu sekali dilakukan pelatihan agar pesantren semakin tangguh dan siaga terhadap bencana,” katanya.
