JATIMNET.COM, Jakarta - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan (GAKKUM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menetapkan tiga direktur perusahaan kayu yang menjadi pemilik 140 kontainer kayu merbau ilegal asal Jayapura menjadi tersangka.

Ketiga tersangka itu adalah Direktur PT MGM berinisial DG dengan barang bukti 61 kontainer, Direktur PT EAJ berinisial DT dengan barang bukti 31 kontainer, dan Direktur PT RPF berinisial TS dengan barang bukti 38 kontainer.

BACA JUGA: KLHK Gagalkan Penyelundupan 38 Kontainer Kayu Ilegal

Berdasarkan siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Jumat 22 Maret 2019, ketiga tersangka sudah ditahan untuk menjalani penyidikan lebih lanjut. Dari tiga tersangka dua orang telah dibawa ke Jakarta dan seorang tersangka masih berada di Makasar.

Penetapan terhadap ketiga tersangka ini berdasarkan hasil pengembangan dua penangkapan serta penyitaan 57 kontainer dan 199 kontainer kayu merbau asal Jayapura di awal tahun 2019 lalu. Disamping ketiga tersangka tersebut, Penyidik KLHK juga telah menahan 2 tersangka untuk kasus kayu illegal dari Papua Barat.

Ketiga tersangka diduga kuat telah melanggar Pasal 12, Pasal 14 dan Pasal 16 Undang Undang No 18 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pencegahan Perusakan  Hutan dengan ancaman hukuman kurungan 10 tahun dan denda Rp 100 miliar.

BACA JUGA: KLHK Amankan 384 Kontainer Kayu Ilegal Asal Papua

Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK Rasio Ridho Sani mengatakan pihaknya terus bekerja untuk membongkar jaringan kayu illegal yang sudah merugikan negara dan menghancurkan ekosistem.

“Kami mengapresiasi putusan Hakim PN Makasar. Basling, Sinaga SH, MH, yang menolak gugatan praperadilan terkait penyidikan kayu illegal asal Papua ini." kata Rasio.