Pengamat Nilai Langkah Partai Demokrat Fokus Pileg Sudah Tepat

Baehaqi Almutoif

Senin, 15 April 2019 - 09:25

JATIMNET.COM, Surabaya - Banyak kalangan yang menilai Partai Demokrat setengah hati masuk koalisi di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Beberapa pergerakan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu pun dinilai tidak total.

Pengamat politik Universitas Trunojoyo (Unitro) Surokim Abdusussalam menilai langkah Partai Demokrat yang tidak terlalu vulgar di Pilpres sebagai hal wajar. Pasalnya, situasi politik yang memaksa partai berlambang Bintang Merci itu harus memilih antara kosentrasi pilpres atau pileg.

"Hampir semua partai politik peserta pemilu 2019 saat ini hanya berharap coattail effect atau “efek ekor jas” dari Pilpres. Saya kira pilihan Demokrat sudah tepat tidak terlalu vulgar," ujar Surokim, Minggu 14 April 2019.

BACA JUGA: AHY Anggap Polarisasi Politik Kian Kental Jelang Coblosan

Peneliti Surabaya Survei Center ini mengatakan, kosentrasi Partai Demokrat yang terbelah justru merugikan diri sendiri. Mengingat begitu berat bagi partai yang tidak mengandalkan coattail effect di Pilpres.

Partai-partai ini secara bersamaan harus mengangkat suara melalui Pileg. "Kunci Partai Demokrat bisa bertahan menjadi partai kelas menengah bergantung pada daya juang dan kreativitas caleg dan tokoh-tokoh lokal yang dimiliki, khususnya Jatim," ungkapnya.

Surokim memandang, jika memang Partai Demokrat memilih konsentrasi di pileg sudah seharusnya mempertahankan Jawa Timur. Sebagai provinsi kelahiran SBY sudah sewajarnya partai mencurahkan perhatiannya ke Jawa Timur. "Kalau suara nasional turun, saya kira Jatim akan bertambah suaranya nanti," tuturnya.

BACA JUGA: Demokrat Jatim Fokus Amankan Suara dalam Pemilu

Menurut Surokim, Jatim adalah basis kekuatan Partai Demokrat secara nasional. Oleh karena itu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) berulang kali mendatangi wilayah Jatim untuk menyapa masyarakat agar suara Demokrat di Jatim tetap utuh.

"Jatim itu representasi suara nasional Partai Demokrat. Jadi memang AHY tidak bisa mengabaikan Jatim. Kalau AHY mengabaikan Jatim, sama saja ikut mendorong Demokrat terjun bebas di Pemilu 2019. Jatim akan jadi pembuktian bagi Demokrat," jelasnya.

Sekadar diketahui, beberapa hari terakhir Partai Demokrat menjadi sorotan di koalisi adil makmur. Partai ini dinilai tidak secara vulgar memperlihatkan langkahnya di Pilpres.

Baca Juga

loading...