Logo

Modifikasi Cuaca Tak Mampu Cegah Banjir Pasuruan, BPBD Jatim Ungkap Kendala Sortie

Reporter:,Editor:

Kamis, 26 March 2026 10:01 UTC

Modifikasi Cuaca Tak Mampu Cegah Banjir Pasuruan, BPBD Jatim Ungkap Kendala Sortie

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dan Wakil Bupati Pasuruan HM Shobih Asrori dan pejabat terkait saat meninjau lokasi banjir di Beji. Foto: BPBD Jatim

JATIMNET.COM, Pasuruan – Upaya antisipasi cuaca ekstrem melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ternyata belum sepenuhnya mampu mencegah banjir di wilayah Pasuruan.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menjelaskan, OMC telah dilaksanakan selama 10 hari dengan total 22 sortie atas arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Namun, keterbatasan jumlah sortie membuat tidak semua wilayah terdampak cuaca ekstrem dapat dijangkau, termasuk Kabupaten Pasuruan.

"Karena keterbatasan sortie, tidak semua daerah bisa tertangani, termasuk hujan di Pasuruan," ujarnya saat dikonfirmasi usai mengunjungi lokasi banjir di Beji, Pasuruan, Kamis, 26 Maret 2026. 

BACA: Cek Langsung ke Juanda, Emil Dardak Pastikan Mitigasi Cuaca Ekstrem Jelang Mudik

Ia berharap, potensi hujan ke depan dapat lebih terkendali agar genangan air segera surut.

Banjir yang terjadi di Pasuruan sendiri dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Wrati meluap dan merendam permukiman warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tantangan penanganan bencana hidrometeorologi masih membutuhkan evaluasi dan penguatan strategi ke depan.

BACA: Banjir Terbesar Rendam Beji Pasuruan, Warga Terpaksa Gunakan Perahu

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, banjir di Kecamatan Beji bahkan disebut sebagai yang terbesar dibanding kejadian-kejadian sebelumnya. Genangan air memaksa warga menggunakan perahu sebagai satu-satunya akses mobilitas.