Lombok Terus Diguncang Gempa

Reporter

Jatimnet

Senin, 20 Agustus 2018 - 11:01

JATIMNET.COM, Lombok – Belum usai duka akibat gempa bumi yang terjadi pada awal Agustus 2018, pulau Lombok kembali diguncang gempa bumi 7.0 skala richter (SR), Minggu, 19 Agustus 2018, malam.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang terjadi sekitar pukul 22.56 Waktu Indonesia Timur (WITA) itu berlokasi pada 8.28 Lintang Selatan dan 116.71 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

“Dalam updatenya, parameter gempa bumi terjadi berkekuatan 6,9 SR terletak di ujung timur pulau Lombok dan diikuti sebaran episenter gempa yang mengikutinya membentuk kluster episenter dengan sebaran ke arah timur hingga di sebelah utara Sumbawa Barat,” kata Dwikorita Karnawati, dalam keterangan pers, Minggu, 19 Agustus 2018.

Menurut dia, dengan memperhatikan episenter gempa , maka dapat disimpulkan bahwa gempa yang terjadi merupakan aktivitas baru, berbeda dari gempa yang berkekuatan 7.0 SR pada terjadi 5 Agustus 2018.

Berdasarkan Badan Meteorologi dan Geofisika, lanjut Dwikorita, bahwa gempa yang terjadi ini berkaitan dengan struktur geologi sesar naik Flores, tetapi antara gempa 7.0 SR dengan gempa 6,9 SR memiliki perbedaan deformasi.

“Laporan dari masyarakat dan hasil analisa peta guncangan menunjukkan, bahwa guncangan dirasakan di daerah Lombok Utara, dan Lombok Timur mencapai VI-VII MMI. Sementara di Lombok Barat, Mataram, Praya dan Sumbawa memiliki intensitas V-VI MMI. Kemudian, guncangan juga dirasakan di Denpasar dan Waingapu dengan III-IV, di Ruteng dengan skala II-III MMI, di Makassar I-II MMI,” ujarnya.

Terkait dengan Skala Intensitas VI-VII MMI, kata Dwikorita, artinya struktur bangunan standar dapat mengalami rusak sedang dan bangunan tidak standar dapat mengalami rusak sedang hingga berat.

Berbeda dengan Skala Intensitas III-IV MMI yang berarti semua orang dapat merasakan namun belum terjadi kerusakan, tapi dalam kondisi bangunan yang sudah terguncang beberapa kali bisa saja menimbulkan kerusakan.

“Hingga tanggal 20 Agustus 2018 pukul 01.25 WITA, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi 22 aktivitas gempa susulan (aftershock), diantaranya 3 gempa bumi dirasakan. Tapi, masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbuh Dwikorita Karnawati.

Baca Juga

loading...