Ledakan Petasan Gas di Blitar Disebabkan Suhu Panas

Yosibio

Reporter

Yosibio

Kamis, 6 Juni 2019 - 18:48

JATIMNET.COM, Blitar – Kepolisian Resor Blitar menduga pemicu meledaknya petasan berbahan gas di Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro Blitar, diduga kuat akibat meningkatnya suhu dalam ruang penyimpanan.

Dugaan suhu panas di dalam ruangan menyebabkan 30 kantung petasan gas meledak berbarengan. Ledakan itu menyebabkan bangunan TPA Tarbiyatul Mutadi'in dan musala di dekatnya rusak parah, serta melukai dua bocah.

“Petasan gas ini, biasanya disulut menggunakan api, namun karena suhu ruang yang panas, memudahkan meledak,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Blitar AKBP Anissullah M Ridha, kepada wartawan di Jalan Bali, Blitar, Kamis 06 Juni 2019, siang.

BACA JUGA: Polisi Bekuk Tersangka Pembuat Petasan Berbahan Gas, Satu Buron

Petasan ini, lanjut Anissullah, memiliki daya ledak dahsyat ketika meledak bersamaan. Hal ini dibuktikan dengan hancurnya bangunan permanen, yang lokasinya berdekatan. Selain itu, juga menyebabkan percikan api berbahaya.

“Warga kan tidak tahu, jika petasan gas ini ternyata berbahaya dan bisa mengancam keselamatan jiwa saat meledak,” imbuh Anissullah.

Sementara berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap dua bocah yang menjadi korban, Rifai dan Asibiyan, tengah berada di sekitar lokasi. Pada saat itu Rifai ikut membantu mengumpulkan petasan gas ke dalam ruangan penyimpanan. Sementara Asbiyan melihat proses pembuatan petasan.

Adapun proses pembuatan dilakukan di bawah pohon, tak jauh dari lokasi ledakan. Akibatnya kedua bocah malang ini ikut menjadi korban saat petasan meledak.

BACA JUGA: Bahan Mercon untuk Malam Takbiran Meledak, Satu Musala Hancur

“Korban yang mengalami luka bakar ini disuruh pembuat petasan untuk mengumpulkan petasan gas yang sudah jadi ke dalam ruangan. Saat membawa petasan gas masuk ruangan, tiba-tiba terjadi ledakan dahsyat,” terang Anissullah.

Menurut polisi saat proses pembuatan petasan gas khas Desa Mandesan ini, cuaca sedang terik. Diduga suhu ruangan juga ikut naik, sehingga memicu terjadinya ledakan petasan gas.

“Warga di sana biasa menyulut petasan gas ini dengan api menggunakan bambu panjang, sehingga petasan gas ini mudah meledak dan mengeluarkan suara menggelegar. Saat korban masuk ruangan penyimpanan petasan, suhunya meningkat,” pungkas Anissullah.

Baca Juga

loading...