Kenaikan Harga Kebutuhan Selama Ramadan Dorong Inflasi Bulan Mei

Rochman Arief

Senin, 10 Juni 2019 - 12:58

JATIMNET.COM, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei 2019 mencapai 0,68 persen yang didorong naiknya seluruh komponen sepanjang bulan Ramadan.

Berdasarkan keterangan resmi BPS menyebutkan kelompok bahan makanan menjadi pengeluaran terbesar, yakni 2,02 persen. Disusul kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,56 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,54 persen.

BACA JUGA: Tiga Komoditas ini Sumbang Inflasi Jelang Ramadan

Beberapa komoditas yang harganya naik pada bulan Ramadan yang jatuh Mei 2019 kemarin di antaranya, cabai merah, daging ayam ras, bawang putih, ikan segar, tarif angkutan antar kota, telur ayam ras, tomat sayur, cabai rawit, tarif angkutan udara, tarif kereta api, gula pasir, rokok kretek filter, dan tarif parkir.

Sedangkan komoditas yang harganya turun bawang merah dan beras. Dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok memberi andil inflasi dan satu kelompok tidak memberikan andil terhadap inflasi nasional pada Mei 2019.

Ilustrasi: GIlas Audi.

Inflasi pada bulan Mei 2019 kemarin lebih tinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada Mei 2017 inflasi tercatat 0,38 persen dan inflasi Mei 2018 turun menjadi 0,21 persen. Namun begitu, realisasi inflasi pada bulan Mei kemarin sedikit lebih tinggi dari prediksi Bank Indonesia, 0,47 persen.

Sementara itu, inflasi tahun kalender Januari sampai Mei 2019 sebesar 1,48 persen, sedangkan inflasi tahun ke tahun (year on year/ yoy) sebesar 3,32 persen.

BACA JUGA: Enam Kelompok Pengeluaran Dorong Inflasi April

Adapun inflasi komponen inti pada Mei 2019 sebesar 0,27 persen. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Mei) 2019 sebesar 1,17 persen, dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 3,12 persen.

Sementara inflasi tertinggi pada bulan Mei 2019 terjadi di Tual sebesar 2,91 persen dan terendah di Kediri sebesar 0,05 persen.

BPS juga mencatat hasil survei yang dilakukan di 82 kota menyebutkan 81 kota mengalami inflasi dan satu kota deflasi yang terjadi di Merauke, Papua sebesar 0,49 persen.

Baca Juga

loading...