Dunia Internasional Apresiasi Penurunan Angka Deforestasi di Indonesia

David Priyasidharta

Kamis, 9 Mei 2019 - 15:09

JATIMNET.COM, Jakarta - Indonesia menjadi satu-satunya negara pemilik hutan hujan tropis yang mendapat apresisi Internasional atas keberhasilannya menurunkan angka deforestasi.

Laju angka deforestasi Indonesia jauh lebih rendah jika dibandingkan negara-negara pemilik hutan hujan tropis lain di dunia seperti Ghana, Pantai Gading, Papua Nugini, Angola, Suriname, Liberia, dan Kolombia

Hal ini berdasarkan data presentase perubahan dari tahun 2017 ke tahun 2018. “Jika dilihat tren deforestasi berdasarkan data sebelumnya, maka tahun ini pengurangan hutan Indonesia relatif rendah dan cenderung stabil," kata Direktur Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Belinda Arunawati Margono dalam siaran pers yang diterima Jatimnet.com, Kamis 9 Mei 2019.

BACA JUGA: Menteri BUMN Berikan SK Penggunaan Ratusan Hektare Hutan Lumajang

Hal ini menunjukan berbagai upaya yang dilakukan KLHK menunjukkan hasil yang signifikan.

Hasil pemantauan hutan Indonesia tahun 2018 menunjukkan luas lahan berhutan adalah 93,5 juta ha, yang 71,1 persen atau 85,6 juta ha berada di dalam kawasan hutan.

Kemudian deforestasi netto tahun 2017-2018 di dalam dan di luar kawasan hutan Indonesia sebesar 0,44 juta ha, yang berasal dari angka deforestasi bruto sebesar 0,49 juta ha, dengan dikurangi reforestasi sebesar 0,05 juta ha.

Luas deforestasi tertinggi terjadi di kelas hutan sekunder, yaitu 0,3 juta ha, yang 51,8 persen atau 0,16 juta ha berada di dalam kawasan hutan, dan sisanya seluas 0,15 juta ha di luar kawasan hutan.

"Angka yang keluar terkait data kawasan hutan itu berasal dari sistem monitoring hutan (SIMONTANA). Sistem ini tidak hanya memantau hutan yang di dalam kawasan hutan tetapi di seluruh daratan di Indonesia," lanjut Belinda.

BACA JUGA: Diduga Melakukan Ritual, Tewas di Bukit Angker

Pemantauan juga dilakukann University of Maryland melalui GLAD (Global Land Analysis and Discovery), dan dirilis oleh Global Forest Watch (GFW) serta dikutip oleh World Recources Institut (WRI) Indonesia.

Dari pemantauan independen tersebut tercatat bahwa di Indonesia terjadi penurunan angka deforestasi yang signifikan. Namun demikian, perlu dicatat bahwa GLAD menggunakan sistim, metodologi dan peristilahan yang berbeda dengan KLHK, dan lebih mengangkat istilah tree cover loss (tidak hanya deforestasi/kehilangan hutan alam, namun termasuk pemanenan pada hutan tanaman).

Bila mengacu pada GLAD (yang dirujuk oleh GFW/WRI), di tahun 2018, angka primary forest loss (hutan alam versi Indonesia) 40 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata tingkat kehilangan hutan tahunan di periode 2002-2016.

Baca Juga

loading...