Cak Kirun Bagi Tips Agar Ludruk Tetap Eksis

Baehaqi Almutoif

Jumat, 29 Maret 2019 - 11:48

JATIMNET.COM, Surabaya - Seniman ludruk Kirun mengatakan cara pandang terhadap seni tradisional harus diubah agar tetap diterima di masyarakat. Ludruk misalnya, yang dianggap sebagai pertunjukan seni yang kuno harus mendapat sentuhan pembaharuan agar mampu diterima kaum milenial.

"Pertunjukkan tidak harus sampai pagi koyo biyen (seperti dahulu). Cukup dua jam, namun maksud cerita tersampaikan," ujar pemilik nama lengkap H.M. Syakirun itu di Surabaya, Kamis 28 Maret 2019.

BACA JUGA: Hari Ini, Kirun Pentaskan Ludruk Milenial di Cak Durasim

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur menggelar pementasan ludruk kolaborasi berjudul Matahati di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jatim, Jumat 29 Maret 2019 malam. Kirun menjadi salah satu pemain dalam pementasan itu. Selain itu, ia juga tercatat sebagai penyusun dramaturginya.

Matahati berkisah tentang tragedi keluarga yang mengenaskan. Naskahnya diadaptasi dari King Lear, naskah drama tragedi terbaik William Shakespeare.

Ludruk, menurut dia, butuh pengembangan untuk tetap bertahan dan memenuhi permintaan pasar. Para seniman harus mulai memikirkan inovasi dengan memasukkan gaya cerita modern, yang dicampur sentuhan komedi.

BACA JUGA: Seniman Jepang Kolaborasikan Kesenian Ponorogo dengan Musik dari Persia

Ia mengatakan proses mempersiapkan pementasan harus dilakukan secara serius. Baik komposisi musik, kostum, hingga penampilan para pemainnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dispudpar Jatim Handoyo mengatakan pemerintah provinsi mendorong ludruk agar kembali mendapat perhatian. Kesenian khas Jawa Timur perlu ada perubahan agar tidak semakin ditinggalkan pemirsanya.

"Mulai besok (Jumat, 29 Maret 2019) dan seterusnya Gedung Kesenian Cak Durasim akan menjadi laboratorium ludruk. Akan ada ludruk dengan konsep pembaharuan dari sini," katanya.

Baca Juga

loading...