Bolehkah Perempuan Datang Bulan Kunjungi Tempat Salat Id?

M. Khaesar Januar Utomo

Selasa, 4 Juni 2019 - 21:20

JATIMNET.COM, Surabaya - Ramadan purna, tibalah masa kemenangan. Sesaat setelah matahari terbit pada 1 Syawal, umat Islam disunahkan salat dua rakaat. Namanya Salat Id. 

Meski hukumnya Sunah Muakad (sangat dianjurkan), nyaris seluruh muslim tak ingin melewatkan. Termasuk perempuan yang sedang datang bulan, yang secara syariat tak diperbolehkan menunaikan salat. 

Muhibin Zuhri, seorang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Surabaya, mengatakan perempuan yang sedang datang bulan memang dilarang mendirikan salat, termasuk Salat Id. Tapi, mereka bisa datang ke lokasi Salat Id berjemaah. "Asal lokasi salatnya di lapangan," katanya, Selasa 4 Juni 2019.  

BACA JUGA: Arab Saudi Lebaran Selasa, Suriah Salat Id Rabu

Bagi perempuan datang bulan, menurut dia, yang terlarang untuk didatangi adalah masjid. Alasannya, masjid tempat suci. Sementara perempuan datang bulan dalam kondisi "tidak suci". Maka, mereka pun terlarang datang ke tempat Salat Id berjemaah yang digelar di masjid. 

"Namun jika digelar di lapangan boleh datang dan ikut membantu panitia Salat Id," ucapnya.

Sebagian besar muslim di Indonesia menggelar Salat Id pada Rabu, 5 Juni 2019. Termasuk di Surabaya. 

BACA JUGA: Masjid Akbar Pilih Rektor UIN Jadi Khatib Salat Id

Muhibin mengingatkan masyarakat tak terlambat datang ke tempat salat. Kalau pun terlambat, ia melanjutkan, mereka bisa langsung ikut salat. "Dan melanjutkan rakaat yang belum dijalankan usai imam memberikan salam," ucapnya.

Tata caranya, mirip salat lima waktu. Hanya, menurut dia, Salat Id terdiri atas dua rakat. Pada rakaat pertama ada tujuh kali takbir dan rakaat kedua lima kali takbir.

"Jika kita terlambat pada rakaat pertama kita menyempurnakan salat itu dengan tujuh kali takbir, sama seperti tata cara Salat Id," ucapnya.

Baca Juga

loading...