BKKBN Riau Belum Mampu Tekan TFR Hingga 2,6 Persen

Rochman Arief

Reporter

Rochman Arief

Kamis, 18 April 2019 - 13:02

JATIMNET.COM, Pekanbaru –BKKBN Perwakilan Riau Agus Putro Proklamasi menyebutkan dalam lima tahun terakhir ini provinsi tersebut belum berhasil menekan Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kelahiran Total sebesar 2,61 per wanita usia subur.

“Pada 2018 Riau menargetkan dapat menurunkan angka TFR sebesar 2,61 per wanita usia subur. Namun berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, TFR Riau masih 2,9 anak dilahirkan per wanita usia subur,” kata Agus Putro Prolakmasi, Kamis 18 April 2019.

TFR mengindikasikan rata-rata jumlah anak yang dilahirkan wanita usia subur (15-49 tahun) di suatu wilayah dalam suatu waktu tertentu. TFR menjadi salah satu indikator pencapaian program KKBPK.

BACA JUGA: Korea Selatan Batalkan Aturan Anti Aborsi

Menurutnya, untuk menekan TFR diperlukan kerja sama. Khususnya untuk menjangkau 18 lokasi di sejumlah desa terisolasi harus melewati perjalanan laut dan sungai dengan menggunakan kapal kecil.

TFR Riau masih tinggi, di angka 2,9. Artinya tiap ibu melahirkan 2 atau 3 anak, dan ini berdampak bagi peningkatan kesehatan ibu dan balitanya sehingga menjadi tantangan buat BKKBN untuk menuntaskan program KKBPK.

“Selanjutnya kami segera beraudiensi dengan bupati Kampar, Inhil, Kuansing dan Pelalawan untuk menambah PLKB melakukan penyuluhan intensif," katanya.

BACA JUGA: Ponorogo Cegah Kematian Ibu Hamil Lewat Rumah Tunggu

Selain itu semua sektor agar bekerja lebih fokus dan tepat sasaran terhadap kegiatan untuk meningkatkan Usia Kawin Pertama (UKP). Sebab cakupan kontrasepsi dan kepersertaan KB baru yang mempunyai dampak langsung pada penurunan TFR.

Kebijakan ini, katanya, menjadi tugas seluruh pejabat OPD pengendalaian penduduk dan KB di tingkat provinsi dan kabupaten terkait wajib memahami dan mempelajari teori TFR tersebut .

Semua lintas terkait perlu bersinergi membangun partisipasi dalam membendung datangnya Baby Boom (peningkatan kelahiran) yang merupakan malapteka bagi daerah. (ant)

Baca Juga

loading...