JATIMNET.COM, Surabaya - Sanitasi masih menjadi masalah bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Data yang diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, rumah tangga yang memiliki jamban baru 64 persen.

Hasil indentifikasi yang dilakukan Khofifah, ada beragram faktor rumah tangga belum memiliki jamban. Rata-rata aspek budaya, banyak masyarakat yang masih nyaman buang hajat di tempat terbuka seperti sungai.

"Jadi sebetulnya tidak karena miskin, mungkin ada kendala lain, mungkin dia kontrak tapi tidak ada jamban komunal gitu," ujar Khofifah Jumat 5 April 2019.

BACA JUGA: Wagub Emil Usulkan Transportasi Kereta Gantung di Kota Batu

Rumah tangga yang belum memiliki jamban ditemui mantan Menteri Sosial itu di sejumlah daerah seperti Madura dan wilayah Tapal Kuda. Banyak warga di daerah tersebut yang masih melakukan aktivitas buang hajat di tempat terbuka.

Karenanya, Khofifah mengajak semua kepala daerah untuk membantu membangun jamban di rumah yang belum memiliki.

"Kita (pemerintah) intervensi, kita kroyokan, kita lakukan jambanisasi area-area itu. Paling tidak ada jamban komunal, kira-kira ada lima jamban dengan satu tangki septik," ungkapnya.

Pemprov akan memilih satu kabupaten atau kota untuk dijadikan role model jambanisasi. Kemudian selanjutnya bakal jadi referensi bagi daerah lainnya.

BACA JUGA: Volume Bongkar Muat di TPS Tumbuh 7,61 Persen

Hanya saja, Khofifah belum menyebut wilayah mana yang bakal dijadikan role model. Pihaknya masih akan membahas secara detail. "Tapi ini akan jadi gerakan. Ayo bersama-sama kita mengajak masyarakat supaya yang punya kemampuan bikin jamban," tuturnya.

Khofifah menargetkan, lima tahun kedepan sudah 99 persen rumah tangga memiliki jamban. Sebab begitu pentingnya kesehatan, mutlak setiap rumah tangga harus memiliki jamban.

"Kami harus edukasi pentingnya kebersihan dan menghindari gizi buruk, karena berpengaruh pada indeks pembangunan manusia (IPM)," tandasnya.