JATIMNET.COM, Banyuwangi – Keluarga Barong Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, berharap dukungan pemerintah baru untuk mendukung berkembangnya kebudayaan lokal.

Diterangkan Sucipto (52) bahwa pengembangan pertunjukan kebudayaan, seperti Barong Osing masih sulit dilakukan. Hal ini dibutuhkan seorang pemimpin yang lebih peduli dengan budaya lokal.

“Mudah-mudahan siapapun yang menjadi (presiden), bisa memperhatikan masyarakat Osing, melestarikan budaya sebaik-baiknya,” kata pria yang juga menjadi ketua Sanggar Barong Sapu Jagad itu, Rabu 17 April 2019.

BACA JUGA: Kampoeng Batara Antar Anak Pelosok Menembus Impian

Pada pemilu tahun ini, generasi keenam Barong itu menyatakan dengan tegas, tidak berafiliasi atau menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden-calon wakil presiden, partai ataupun legislatif manapun.

Salah satu bentuk partisipasi politiknya dibuktikan dengan menjadikan sanggar mereka sebagai Tempat Pemungutan Suara (TPS). Di tempat ini atau TPS 6 Desa Kemiren, Panitia Pemungutan Suara (PPS) mengenakan kostum dengan konsep kerajaan.

Para PPS mengenakan pakaian seperti raja, patih, permaisuri, hingga pengawal. Bahkan petugas Linmas mengenakan kostum pitik-pitikan menyerupai ayam yang biasa mengiringi aksi Barong Osing.

BACA JUGA: Sidang Isbat, PA Banyuwangi Sahkan 26 Pasangan Kawin Siri

“Budaya tidak menempel ke partai, tidak memihak. Kami ingin ke depannya siapapun yang memimpin negeri ini, bisa menyukseskan masyarakat, lebih maju dari sebelumnya,” kata Sucipto lagi.

Sucipto menerangkan Keluarga Barong memiliki budaya tinggi. Salah satunya dengan mewariskan kepala barong dan kepala macan hijau berbahan kayu dari generasi ke generasi, untuk ditampilkan sebagai tolak balak atau tolak kesialan.

Waktu penampilannya saat acara Barong Ider Bumi hari kedua Hari Raya Idul Fitri dan seminggu setelah Hari Raya Idul Adha. Sebelumnya Barong Ider Bumi sudah tampil di Gedung Negara Grahadi Surabaya, hingga Frankfurt Book Fair, Jerman pada tahun 2015.