Logo

297 Pendaftar Bersaing Rebut 160 Kursi D3 Keperawatan UNEJ Pasuruan

Pembelajaran didominasi praktik berbasis perpaduan agronursing dan keperawatan komplementer
Reporter:

Kamis, 26 March 2026 03:00 UTC

297 Pendaftar Bersaing Rebut 160 Kursi D3 Keperawatan UNEJ Pasuruan

Gedung Universitas Jember (UNEJ) Kampus Kota Pasuruan. Foto: Humas Unej


JATIMNET.COM, Pasuruan –Universitas Jember (UNEJ) Kampus Kota Pasuruan mencatat peningkatan minat calon mahasiswa pada Program Studi D3 Keperawatan. Pada jalur SNBP 2026, sebanyak 297 pendaftar tercatat bersaing memperebutkan kursi yang tersedia.

Koordinator Program Studi D3 Keperawatan, Mukhammad Toha, menyebutkan bahwa daya tampung tahun ini naik dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya tersedia 126 kursi, kini meningkat menjadi sekitar 160 kursi.

“Tahun sebelumnya tersedia 126 kursi, dan kini meningkat menjadi kurang lebih 160 kursi. Dari lebih 700 pendaftar pada pilihan satu dan dua, terlihat bahwa minat calon mahasiswa semakin tinggi,” jelasnya.

BACA: Modifikasi Cuaca Tak Mampu Cegah Banjir Pasuruan, BPBD Jatim Ungkap Kendala Sortie

Dalam proses pembelajaran, program ini menekankan praktik yang mencapai sekitar 60 persen dari keseluruhan kegiatan akademik. Mahasiswa menjalani pelatihan di berbagai bidang keperawatan, mulai dari gawat darurat, maternitas, anak, jiwa, hingga komunitas.

Kegiatan praktik didukung fasilitas laboratorium OSCE yang tersedia di kampus Pasuruan maupun di kawasan Tegalboto. Fasilitas ini digunakan untuk menunjang pelaksanaan ujian praktik dan keterampilan klinis mahasiswa.

Selain itu, UNEJ Kampus Kota Pasuruan juga memiliki pengembangan pembelajaran berbasis agronursing yang dipadukan dengan pendekatan keperawatan komplementer.

Suasana praktikum mahasiswa dan dosen D3 Keperawatan di UNEJ Kampus Kota Pasuruan. Foto: Humas Unej

Mahasiswa juga mendapatkan dukungan berupa bantuan pendidikan dari universitas, termasuk bantuan UKT bagi yang memenuhi kriteria tertentu.

Dari sisi mahasiswa, pengalaman belajar dinilai lebih menantang karena adanya praktik langsung dengan pasien. Wakil Ketua Himpunan Mahasiswa Keperawatan, Faqi Fara Amlati, menyebut hal tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan sebelum memasuki dunia kerja.

BACA: Dosen di Jember Ngajar Pakai Kostum Anime dan Unik, Ini Alasannya

“Banyak alumni yang bekerja di rumah sakit besar, sehingga peluang kerja setelah lulus relatif lebih terbuka. Selain itu, dosen-dosennya interaktif dan aktif membagikan materi kepada mahasiswa,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa lingkungan belajar yang relatif terfokus turut mendukung proses akademik, meskipun praktik langsung menjadi tantangan tersendiri bagi mahasiswa.