
Reporter
A. BaehaqiSenin, 25 Januari 2021 - 23:00
Editor
Bruriy Susanto
HARI GIZI: Virtual: Dodik dalam merefleksikan peringatan Hari Gizi Nasional yang diselenggarakan Royco secara virtual, Senin 25 Januari 2021.
JATIMNET.COM, Surabaya - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia Institusi Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan mengungkapkan permasalahan Hidden Hunger, atau kelaparan tersembunyi yang masih membayangi masyarakat.
Persoalan kekurangan gizi ini harus diatasi bersama. "Negara kita masih memiliki beban hidden hunger yang besar," ujar Dodik dalam merefleksikan peringatan Hari Gizi Nasional yang diselenggarakan Royco secara virtual, Senin 25 Januari 2021.
Hidden Hunger merupakan kondisi yang timbul akibat kekurangan zat gizi mikro seperti iodium, zat besi, vitamin A dan zink. Dampaknya, kata Dodik, menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang berkepanjangan.
BACA JUGA: Inilah Kandungan Gizi dan Manfaat Singkong yang Jarang Diketahui
Namun, masyarakat justru seringkali mengabaikan masalah ini. "Meskipun makanan yang dikonsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, penderitanya tidak merasa kelaparan karena asupan gizi makronya sudah terpenuhi," tegasnya.
Dodik khawatir bila masalah Hidden Hunger ini diabaikan dapat berdampak kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang, baik secara fisik maupun psikis
Ia menyebut, riset Kesehatan Dasar 2018 memperlihatkan 48,9 persen ibu hamil menderita anemia, dan riset Kesehatan Dasar 2013 melaporkan bahwa 14,9 persen anak usia sekolah berisiko kekurangan iodium
BACA JUGA: Kenali Ciri Anak Kekurangan Gizi
Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Diana F. Suganda mengungkapkan dampak kekurangan iodium bagi tubuh. Asupan yang kurang dapat menggambar perkembangan otak.
"Diperkirakan, 20 juta orang Indonesia menderita GAKI (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium), yang mengakibatkan hilangnya IQ setara 140 juta point," kata Diana.
Ia mengingatkan orang tua untuk memperhatikan asupan iodium pada anak. Pemenuhannya, kata Diana, dari hulu ke hilir, sejak seribu hari pertama kehidupan hingga usia setelah setelah lahir.