
Reporter
Ahmad SuudiSabtu, 26 Oktober 2019 - 15:19
Editor
Anang Zakaria
TANDA BAHAYA. Asap tebal kebakaran hutan menutupi jalur pendakian ke Kawah Ijen, Senin 21 Oktober 2019. Sedikitnya 500 hektare lahan hangus akibat kebakaran selama sepekan ini. Foto: Ahmad Suudi
JATIMNET.COM, Banyuwangi – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Pegunungan Ijen dilaporkan meluas hingga ke kawasan hutan produksi milik Perhutani. Artinya, api semakin mendekati lahan pertanian warga di wilayah Banyuwangi utara.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Eka Muharram Suryadi mengatakan api menyebar di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi Barat dan Utara.
“Itu juga dekat dengan perkebunan, di wilayah Gombengsari, Kali Selogiri, dan Pasewaran," kata dia, Sabtu 26 Oktober 2019.
BACA JUGA: Water Bombing Digeser ke Ijen, Penyemaian Garam Jadi Opsi Lanjutan
Perkebunan Gombengsari dan Kali Selogiri di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, dikenal sebagai penghasil kopi. Bahkan Gombengsari memiliki 800 hektare perkebunan kopi rakyat yang menjadi tumpuan perekonomian petani.
Eka mengatakan Bupati Banyuwangi telah menetapkan status tanggap darurat kebakaran pada Selasa, 22 Oktober 2019 agar risiko kebakaran bisa segera tertangani. Selain memadamkan api, pemerintah juga berupaya mencegah api merambah ke wilayah pertanian dan permukiman.
"Dari status tanggap darurat ini bukan sekedar memadamkan, tetapi juga melakukan upaya pencegahan pada wilayah-wilayah yang belum terbakar," kata dia.
BACA JUGA: Kebakaran Pegunungan Ijen Berstatus Tanggap Darurat
Pemerintah, lanjut dia, juga mengirimkan tim pemadam untuk mencegah kebakaran meluas di wilayah hutan produksi Perhutani. Mereka terdiri dari pemangku wilayah, baik KPH Banyuwangi Barat maupun Utara, serta dari tentara.
Menurut dia, Karhutla di Pegunungan Ijen bermula dari kebakaran lahan pertanian di lereng Gunung Ranti di wilayah Bondowoso. Pada Sabtu, 19 Oktober 2019 sore, api dilaporkan menyebar dengan cepat seiring badai di Gunung Ranti. Sehari kemudian, api merambah Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen dan Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-ungup.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur wilayah V mencatat sedikitnya 500-600 hektare lahan, dari total luas 2.600 hektare wilayah Cagar Alam Kawah Ijen Merapi Ungup-ungup, hangus akibat peristiwa itu.