Hingga April 2019, Kebakaran Lahan di Riau 2.912 Hektare

Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Senin, 15 April 2019 - 01:45

hingga-april-2019-kebakaran-lahan-di-riau-2-912-hektare

PADAMKAN API. Petugas berusaha memadamkan api di lahan yang terbakar di Riau. Foto: BNPB

JATIMNET.COM, Pekanbaru – Kebakaran lahan di Provinsi Riau sejak Januari-April 2019 mencapai 2.912 hektare. Kebakaran terluas terjadi di wilayah pesisir, seperti Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Meranti, dan Siak. Kebakaran juga melanda Kota Pekanbaru, Pelalawan, Rokan Hulu, Kampar, Inhil, Inhu dan Kuansing.

"Penanggulangan karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh tim darat dan udara. Untuk operasi udara kurang lebih 19 juta liter air dikerahkan ke lokasi titik kebakaran melalui operasi pengeboman air," kata Wakil Komandan Satgas Karhutla Riau, Edwar Sanger, Senin 15 April 2019.

Ia menjelaskan dua helikopter utama yang menjadi andalan Satgas Udara Karhutla dalam membantu mengatasi sebaran titik-titik api di Riau sepanjang awal tahun ini terdiri dari Kamov KA-32 dan Mi8-MTV.

BACA JUGA: Tata Kelola Gambut Indonesia Jadi Rujukan Dunia

Total sebanyak 12,6 juta liter air diangkut kedua helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut di Riau.

Selain itu, sejumlah helikopter lainnya yang merupakan bantuan dari pemerintah seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI, hingga swasta berkolaborasi bersama-sama mengatasi karhutla yang sepanjang awak 2019 ini melanda 12 kabupaten dan kota di Riau.

Secara keseluruhan, Edwar mengatakan total terdapat 11 helikopter yang memperkuat Satgas Karhutla Riau. Namun, tidak semuanya ditujukan melakukan operasi pengeboman air. Dari 11 unit helikopter, tiga di antaranya digunakan untuk patroli rutin sementara delapan yang berukuran lebih besar dimanfaatkan pengeboman air.

BACA JUGA: Pabrik Kimia di Cina Meledak, 44 Meninggal

Lebih jauh, Edwar menjelaskan jika Satgas Udara Karhutla Riau juga diperkuat dengan keberadaan pesawat Cassa 212 dan Cessna 152 untuk kegiatan modifikasi cuaca. Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan dengan menyebar garam ke awan potensial dengan tujuan menghasilkan hujan buatan.

"Untuk TMC total sudah dilakukan 54 kali penerbangan dengan 42 ton garam disebar ke langit," ujar Edwar.

Provinsi Riau mulai mengaktifkan Satgas Karhutla setelah menetapkan status siaga darurat sejak 19 Februari hingga 31 Oktober 2019 mendatang. TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Manggala Agni, BMKG, dan berbagai instansi lainnya bersatu padu melawan karhutla yang melanda sejak awal Januari lalu hingga hari ini.(ant)

Baca Juga