
Reporter
Oky Dwi PrasetyoSelasa, 23 Juli 2019 - 22:33
Editor
Rochman Arief
Foto: Ilustrasi/Naturalfoodseries.com
JATIMNET.COM, Malang – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang menggelar pelatihan bagi warga Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare untuk meningkatkan nilai ekonomis dari pertanian singkong.
Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Disnaker Kabupaten Malang, Mochamad Yekti Pracoyo menyatakan dipilihnya kawasan tersebut lantaran Desa Sukowilangan merupakan daerah penghasil singkong.
Warga di sekitar diharapkan mampu menciptakan produk turunan dari singkong yang bisa meningkatkan nilai ekonomi dengan menghasilkan produk baru. “Kami tengah memberi pelatihan kepada warga cara membuat tepung mokaf,” kata Yekti, di sela memberi pelatihan, Selasa 23 Juli 2019.
BACA JUGA: Kendalikan Harga Cabai Disdag Malang Gelar Operasi Pasar
Proses pembuatan tepung ini, singkong terlebih dahulu dikeringkan kemudian dihaluskan. Tepung mokaf dipercaya memiliki enzim dan tidak mengandung gluten. Gluten adalah protein yang umumnya ditemukan pada padi-padian, sereali, dan gandum.
“Tepung ini diyakini lebih sehat karena tidak mengandung gluten. Adapun gluten bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan masalah kesehatan lain,” Yekti melanjutkan.
Untuk prosesnya, lanjut Yekti, tiga kilogram singkong basah kualitas bagus bisa menghasilkan 0,75 kilogram tepung mokaf. Sementara harga tepung mokaf di pasaran mencapai Rp 14.000 per 500 gram.
BACA JUGA: UB Blak-Blakan Soal Beasiswa
Dalam pelatihan ini Disnaker Kabupaten Malang menggandeng Universitas Brawijaya dan Women Crisis Center untuk memberikan materi pelatihan selama enam hari.
Pemkab Malang berharap dari pelatihan ini bisa meningkatkan taraf ekonomi warga Desa Sukowilangun sebagai penghasil singkong. Program serupa juga dijalankan di daerah lain tergantung potensi di daerahnya, sebagai salah satu program peningkatan kemiskinan.