Hal itu disampaikan kepada Kepala Basarnas di Surabaya.

Basarnas Surabaya Butuh Kapal Angkut Personel Lebih Besar

Baehaqi Almutoif

Jumat, 5 April 2019 - 13:59

JATIMNET.COM, Sidoarjo - Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya (TNI) Bagus Puruhito melakukan kunjungan kerja ke Kantor Surabaya. Ia mempertimbangkan kebutuhan kapal besar, serta meminta agar ada penambahan personel SAR Surabaya.

Dalam kunjungan pertama, sejak dilantik pada 31 Januari 2019 lalu, perwira dengan tiga bintang dipundak ini, memeriksa kesiapan alat, serta personel SAR di Surabaya.

“Kunjungan saya ke kantor SAR Surabaya meninjau daerah bagaimana personel, peralatan, kemampuan operasi dan apa halangan ataupun capaian SAR di Surabaya,” ujar Bagus disela memantau peralatan di kantor Badan Pencarian dan Pertolongan Surabaya Jalan Raya Juanda, Jumat 5 April 2019. 

Menurutnya, Kota Surabaya memiliki peran penting di Indonesia bagian Timur.

BACA JUGA: Basarnas Temukan Titik Koordinat Badan Lion Air JT-610

Ibu kota Jawa Timur ini, telah menjadi penghubung antara wilayah Barat dan Timur, sehingga lalu lintas laut dan udara sangat padat. 

Pun demikian, dengan kunjungan wisatawan yang terus bertambah, membutuhkan kesiapan personel dan peralatan prima.

“Tadi ada laporan kepala kantor SAR Surabaya dibutuhkan sebuah jenis kapal lebih besar untuk bisa angkut personel lebih banyak. Ini jadi masukan,” ungkapnya. 

Saat ini, Badan Pertolongan dan Pencarian Surabaya memiliki empat kapal, diantaranya satu Rescue Boat yang difungsikan sebagai sarana angkut rescuer.

BACA JUGA: Keluarga Korban ABK Minta Basarnas Turun Tangan

Kapal ini memiliki ukuran 36 meter, dan kini sedang bersandar di dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya.

Kemudian satu Rigid Inflatable Boat (RIB), yang digunakan di daerah dekat pantai.

Kapal ini biasa untuk penyelamatan korban di laut permukaan dangkal. Memiliki bentuk menyerupai perahu karet dengan panjang 12 meter.

Kemudian dua belas Rubber Boat atau perahu karet. Kapal ini digunakan di perairan laut dengan kondisi gelombang tenang dan perairan air tawar.

BACA JUGA: Basarnas Kerahkan Empat Kapal Cari Korban

Terakhir, tiga unit Rafting Boat sebagai sarana operasional SAR yang digunakan di daerah sungai yang berarus deras. 

“Tapi juga personel saya kira perlu ditambah dibeberapa tempat,” ungkapnya. 

Bagus tidak menyebut secara gamblang berapa kebutuhan personel masing-masing provinsi. Karena setiap daerah memiliki karakter sendiri.

“Tergantung pada wilayah dan tantangan medan dan kecenderungan yang ada,” tuturnya. 

Untuk mengatasi kekurangan personel, lanjutnya, Basarnas melaksanakan tugas dengan melibatkan TNI/Polri, BNP, swasta, terrmasuk pramuka.

BACA JUGA: Potensi Wisata Kota Tua Kawasan Segitiga Emas Surabaya Dikaji

“Penambahan ini melalui proses yang tidak sebentar. Saya kira cukup memakan waktu. Dengan melewati pendidikan dan rekrutmen yang telah dilaksanakan,” tandasnya. 

Baca Juga

loading...