40 Tahun Punah, Siput Tanah Bermuda Bangkit dari Kematian

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 13 Juni 2019 - 14:37

JATIMNET.COM, Surabaya –  Siput tanah Bermuda berhasil dilepasliarkan oleh kebun binatang Chester, setelah dianggap punah selama lebih dari 40 tahun. Siput ini adalah satwa unik Bermuda, yang memiliki hubungan dengan siput purba berusia jutaan tahun.

Siput tanah Bermuda telah dianggap punah, hingga cangkang kosong siput muncul di ibu kota Bermuda, Hamilton.

Siput hidup menyusul ditemukan di sekitar tong sampah di sebuah gang.

Beberapa di antaranya kemudian dikirim ke Kebun Binatang Chester untuk program pengembangbiakan, dikutip dari Bbc.com, Kamis 13 Juni 2019.

BACA JUGA: Konflik dengan Manusia Jadi Ancaman Kepunahan Komodo di Flores

Mark Outerbridge, ekolog kehidupan liar dari pemerintahan Bermuda, mengatakan siput itu adalah “spesies Lazarus” yang telah disebut punah sejak lama, dikutip dari Bbc.com, Kamis 13 Juni 2019.

Kemudian, di tahun 2014, seorang laki-laki masuk ke kantornya di Hamilton, dengan menggengam siput segar.

“Ternyata benar, itu adalah siput tanah Bermuda, spesies yang kami duga telah punah 40 tahun lalu,” katanya.

“Ia datang lagi esoknya dengan membawa siput segar, dan hidup, sehingga saya pun berkutat di proyek konservasi ini,”.

BACA JUGA: 10 Satwa yang Terancam Punah Akibat Disantap Manusia

Populasi siput tanah yang kecil ditemukan di belakang restoran. Gastropoda itu hidup di antara sampah, kantong plastik, dalam gang yang basah, dikelilingi empat gudang penyimpanan.

Air yang menetes dari unit pendingin udara menciptakan lingkungan dimana siput bisa bertahan tanpa teramati.

“Ternyata kantong plastik menjadi salah satu tempat favorit siput, karena kantong itu menyimpan kelembaban dengan baik, dan siput sangat rentan untuk mengalami kekeringan,” kata Dr Outerbridge.

“Dan ketika kami mulai mengangkat kantong plastik ini, dan melipat mereka- ternyata di dalamnya terdapat ratusan anakan siput,”.

BACA JUGA: Komodo, Kadal Purba yang Hampir Punah

Sejumlah anakan dibawa ke penangkaran untuk dibiakkan. Anakan kemudian dibawa ke Kebun Binatang Chester dan masyarakat Zoological di London, dimana ilmuwan mampu untuk mempertahankan koloni ini.

Ternyata, siput berkembang biak secara produktif di penangkaran, dengan ribuan siput dibesarkan dalam hitungan tahun.

“Hitungan terakhir, kami mendapatkan sekitar 13 ribu siput, - kami mungkin mendapatkan lebih banyak dari itu, mereka memiliki bayi lebih banyak sejak itu,” kata Amber Flewitt, petugas di Kebun Binatang Chester.

Rahasia dari suksesnya pengembangbiakan siput , menurutnya karena tanah yang bagus dan tersedianya makanan favorit, termasuk kentang manis dan selada.

BACA JUGA: Spesies Langka di Kalteng Terancam Punah

Ribuan siput di Kebun Binatang Chester, saat ini telah dikirim kembali ke Bermuda untuk dilepasliarkan di habitat asalnya.

Siput diperkirakan hidup dengan baik di rumah barunya.

Dr Gerardo Garcia, dari Kebun Binatang Chester mengatakan “Binatang ini telah tinggal di planet ini dalam waktu yang panjang dan kami secara sederhana tidak bersiap untuk melihat mereka hilang selamanya ketika kami tahu kami mungkin mampu menyediakan jalur hidup,” katanya.

Siput Bermuda tanah adalah satwa unik dan bagian dari garis purba atas siput tanah, dengan sejarah lebih dari satu juta tahun.

BACA JUGA: Lebah Terbesar di Dunia Ditemukan di Maluku

Siput ini sempat melimpah jumlahnya, sebelum mengalami penurunan populasi selama abad 20 akibat berkembangnya siput pembunuh.

Siput akan dilepasliarkan di bagian utara pulau Nonsuch, yang memiliki habitat ramah siput dan tidak memiliki catatan adanya predator utama yang menyebabkan turunnya populasi siput.

Di tempat itu, siput ini akan bergabung dengan ratusan individu lain. Jumlah ini menyebabkan spesies ini lebih langka di alam liar, dibandingkan Panda raksaa atau Gorila gunung, menurut Kebun Binatang Chester.

Sejumlah siput yang dilepasliarkan telah diberi tanda untuk mempermudah pengawasan

Baca Juga

loading...