JATIMNET.COM, Surabaya - Ditresnarkoba Polda Jatim menangkap warga Negara Malaysia yang menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu seberat 1.070 gram melalui Bandara Internasional Juanda. Pelaku bernama M Fakaruddin (32), dibekuk usai turun dari pesawat usai turun dari pesawat.

Direktur Ditresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Sentosa Ginting Manik mengatakan,sabu-sabu yang dibawa pelaku disembunyikan di dalam kardus speaker.

BACA JUGA: BNN dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 30 Kilogram Sabu-Sabu 

"Terdeteksi setelah pelaku melewati mesin sinar-X dan saat kami buka terdapat narkotika jenis sabu-sabu dari dalam kardus speaker," katanya, Jumat 8 Maret 2019.

Dalam penggeledahan yang dilakukan, polisi menemukan 3 bungkus plastik sabu-sabu dengan berat 1.070 gram, 1 box speaker warna hitam, 1 paspor Malaysia nomor A52732011, 1 buah tas ransel dan 1 buah smartphone milik tersangka.

"Pelaku ini mengaku sebagai kurir yang memasukkan narkoba dari Malaysia," ucapnya.

BACA JUGA: Bea Cukai Jatim Gagalkan Penyelundupan Sabu-sabu Oleh WNA Malaysia

Dari hasil pemeriksaan, tersangka merupakan seorang kurir yang disuruh Kacung (DPO) untuk membawa sabu-sabu ke Jawa Timur hingga sampai ke Madura. Oleh Kacung, tersangka dijanjikan imbalan uang sebesar 6.000 Ringgit Malaysia atau sekitar Rp 20 juta.

 "Kami masih memburu bandar yang menyuruh tersangka ini," ujarnya.

Penangkapan pelaku dilakukan Ditresnarkoba Polda Jatim Kamis, 7 Maret 2019 sekitar pukul 21.30 WIB di Bandara Internasional Juanda setelah sebelumnya mendapatkan informasi adanya pengiriman narkoba dari Malaysia yang akan masuk ke Jawa Timur.

BACA JUGA: Gembong Pengedar Sabu-Sabu Diringkus di Jalur Pantura Dringu

"Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan intensif untuk menangkap bandar besarnya," ucap Ginting.

Pelaku dijerat dengan pasal 113 ayat 2 tentang tindak pidana mengimpor atau memasukkan narkotika dari luar negeri ke wilayah pabean Indonesia, Jo pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. "Ancaman hukuman maksimalnya 20 tahun penjara," kata Ginting tegas.