Ratusan Desa di Jatim Krisis Air Bersih

Terdampak kekeringan pada musim kemarau 2019
A. Baehaqi

Reporter

A. Baehaqi

Selasa, 25 Juni 2019 - 11:17

ratusan-desa-di-jatim-krisis-air-bersih

KRISIS AIR: Petugas BPBD Kabupaten Magetan, Jawa Timur melakukan droping air bersih di Desa Trosono, Kecamatan Parang. Foto: IST

JATIMNET.COM, Surabaya - Ratusan desa di Jawa Timur berpotensi mengalami krisis air bersih sebagai dampak kekeringan pada musim kemarau 2019. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah memetakan ratusan desa terdampak kekeringan ini.

Hasil pemetaan BPBD Jatim menyebutkan, sebanyak 822 desa berpotensi terdampak kekeringan ini. Jumlah itu meningkat dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 725 desa terdampak kekeringan sepanjang kemarau.

Sesuai data yang dibagikan pada akun resmi Instagram BPBD Jawa Timur, Selasa 25 Juni 2019 dini hari menyebutkan, desa yang diprediksi mengalami kekeringan ini terbagi menjadi tiga kelompok. Kering kritis sebanyak 566 desa, kering langka 236 desa, dan kering langka terbatas 20 desa.

BACA JUGA: BNPB Perkirakan Kemarau Ekstrem Terjadi di Sebagian Jawa Timur

Pengelompokan kekeringan itu berdasarkan dampak sosial ekonomi. Untuk kategori kering kritis, persediaan air masyarakat kurang dari 10 liter per orang per hari. Dengan jarak pemukiman ke sumber mata air lebih dari tiga kilometer.

Sedangkan kering langka, persediaan air penduduk 10-30 liter per orang per hari. Dengan jarak tempuh mengambil air 500 meter sampai tiga kilometer.

Sementara kering terbatas, persediaan air per orang per hari hanya 30-60 liter. Dengan jarak mengambil air paling jauh 500 meter dari rumah.

BACA JUGA: Kemarau, 10 Kecamatan dan 22 Desa di Ponorogo Berpotensi Kekeringan

Jumlah ini meningkat dari peta terdampak kekeringan berdasarkan kelompok dibanding 2018. Desa kering kritis tahun lalu 538, kering langka 176 desa, dan kering terbatas sembilan desa.

Dalam unggahan itu disebutkan, meningkatnya kekeringan ini disebabkan datangnya kemarau lebih awal oleh peningkatan suhu di Katulistiwa.

Kepala BPBD Jawa Timur Suban Wahyudiono saat dikonfirmasi mengaku telah melakukan langkah antisipasi menghadapi kekeringan tahun ini. "Pertama Provinsi Jatim dalam hal ini BPBD, mengundang BPBD kabupaten/kota, rapat koordinasi untuk memetakan kira-kira berapa desa yang butuh kebutuhan dasar air bersih," kata Suban.

BACA JUGA: Krisis Air, BPBD Magetan Distribusikan 6 Ribu Liter

Hasil pemetaan dari 566 desa yang masuk kategori kritis, 199 desa diantaranya tidak ada potensi airnya. "Artinya dibor tidak bisa keluar airnya. Sumber airnya jauh. Ini tidak ada potensi airnya," ungkapnya.

Untuk desa-desa yang kesulitan air ini, Pemprov Jawa Timur telah mengeluarkan surat edaran gubernur agar pemerintah kabupaten dan kota untuk siap siaga darurat siaga kebencanaan 2019.

Atas imbauan itu, BPBD Jawa Timur juga menyiapkan langkah antisipasi dengan menyuplai kebutuhan air bersih. Suban mengatakan Pemprov siap membagikan air bersih ke kabupaten dan kota yang meminta suplai air bersih.

Baca Juga