Menunggu Penampakan Lubang Hitam yang Misterius

Gambar akan diambil menggunakan enam teleskop khusus di tempat berbeda.
Nani Mashita

Rabu, 10 April 2019 - 19:03

JATIMNET.COM, Surabaya - Manusia akhirnya bisa melihat bagaimana penampakan lubang hitam, sebuah benda antariksa, yang mampu menelan matahari, dan semua cahaya di dekatnya.  

Penampakan ini bukanlah editan dari sebuah komputer canggih, tapi nyata.

Tampilan asli perdana lubang hitam, akan muncul dalam enam konferensi pers yang dilaksanakan serentak dari tempat berbeda.

Para ilmuwan akan mengungkap hasil pertama dari Event Horizon Telescope (EHT), yang disusun dengan tujuan untuk menangkap gambar black hole, pada Rabu 10 April 2019.

BACA JUGA: 2018 Panas Di Bumi Melebihi Rata-Rata Suhu Abad 20

Sudah sekian lama, dunia ilmuwan penasaran dengan lubang hitam. Sejumlah peneliti menyatakan rasa tidak sabarnya, untuk menyaksikan hasil penampakan perdana lubang hitam.

"Selama bertahun-tahun, kami mengumpulkan bukti pengamatan tidak langsung," kata Paul McNamara, seorang astrofisika di Badan Antariksa Eropa dan ilmuwan proyek untuk misi LISA, yang akan melacak merger lubang hitam dari antariksa, dilansir dari Afp.com, Rabu 10 April 2019.

Pada bulan September 2015, misalnya, detektor gelombang gravitasi LIGO di Amerika Serikat mengukur dua lubang hitam yang saling menghancurkan.

"Sinar-X, gelombang radio, cahaya - semuanya menunjuk ke objek yang sangat padat, dan gelombang gravitasi menegaskan bahwa itu benar-benar lubang hitam, bahkan jika kita belum pernah melihatnya," kata McNamara, yang tidak terlibat dalam riset EHT.

BACA JUGA: Eropa Siap Menambang di Bulan pada 2025

Ada dua jenis lubang hitam yang diketahui selama ini. Yang pertama adalah Sagittarius A dengan besar empat juta kali massa matahari, dan berukuran sekitar 24 juta kilometer. 

Jaraknya sekitar 26 ribu tahun cahaya atau setara 245 triliun kilometer dari bumi. Jadi, mengambil foto lubang hitam ini, seperti memotret bola golf di bulan.

Lubang hitam lainnya ukurannya 1.500 kali lebih besar, dan berada di galaksi jauh yang dikenal sebagai M87. Tidak diketahui berapa jaraknya dari bumi.

Teleskop EHT tidak seperti instrumen untuk meneropong bintang pada umumnya.

BACA JUGA: Ilmuwan Cina Dikabarkan Berhasil Tumbuhkan Biji Kapas di Bulan

"Alih-alih membangun teleskop raksasa, kami menggabungkan beberapa observatorium seolah-olah itu adalah pecahan cermin raksasa," imbuh Michael Bremer, seorang astronom di Institute for Millimetric Radio Astronomy di Grenoble.

Ada enam teleskop radio yang tersebar di seluruh dunia, yaitu di Hawaii, Arizona, Spanyol, Meksiko, Chili, dan Kutub Selatan. Semuanya diarahkan ke Sagittarius A,  dan M87, pada empat hari yang berbeda, di bulan April 2017.

Masing-masing teleskop setidaknya sebesar lapangan sepakbola. Bersama-sama, mereka membentuk teleskop virtual lebih dari 12.000 kilometer.

Data yang dikumpulkan oleh array, harus dilakukan oleh superkomputer di MIT di Boston dan di Bonn, Jerman. "Algoritma pencitraan yang kami kembangkan mengisi kekosongan data, untuk merekonstruksi gambar," kata tim itu di situs web EHT.

BACA JUGA: Begini Foto Kepala Makhluk Asing di Permukaan Mars

Keberadaan lubang hitam diterima secara universal di antara para astronom saat ini, tetapi masih banyak yang tidak diketahui soal lubang hitam ini.  

Baca Juga

loading...