
Reporter
Hari IstiawanJumat, 9 Agustus 2019 - 09:56
Editor
Hari Istiawan
KAMBING. Salahs atu penjual kambing yang dipersiapkan untuk Hari Raya Kurban atau Iduladha. Foto: Dok
JATIMNET.COM, Surabaya - Perayaan Iduladha sudah di depan mata. Pasti sudah banyak angan-angan untuk bisa mengolah daging kurban seperti sate, gulai, atau tongseng.
Namun, sebagian orang kadang menjaga jarak agar tidak terlalu banyak makan daging kambing atau malah menghindarinya sama sekali. Itu karena banyak mitos seputar daging kambing sehingga tak sedikit orang menghindari mengonsumsi daging kambing.
Padahal, daging kambing juga punya sederet manfaat kesehatan, mulai dari mengurangi risiko kanker hingga membakar kelebihan lemak di dalam tubuh. Dengan catatan, tidak dikonsumsi berlebihan ya.
BACA JUGA: Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Aman
Yuk, simak mitos terkait daging kambing berikut, seperti dilansir Suara.com berikut ini.
1. Daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah
Dikutip dari blog dokter spesialis penyakit dalam, Prof. Ari F Syam, biasanya banyak masyarakat yang mengonsumsi daging kambing secara berlebihan saat mereka mengalami tekanan darah rendah, dengan tujuan agar tensinya naik. Sebelum melakukan hal tersebut, sebaiknya ketahui dulu apa yang menyebabkan tekanan darah rendah.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari perdarahan, kurang minum, kelelahan, hingga kurang tidur. Tensi rendah juga bisa terjadi karena gangguan jantung, seperti kelainan katup atau serangan jantung bahkan gagal jantung.
BACA JUGA: DLH Ponorogo Imbau Gunakan Besek sebagai Pembungkus Daging Kurban
"Kalau tensi turun karena gangguan jantung, terus makan daging kambing justru akan fatal akibatnya dan malah memperburuk keadaan," tulis dia.
2. Daging kambing dapat meningkatkan gairah seksual lelaki
Masih dikutip dari blog Prof. Ari F Syam, banyak masyarakat yang menganggap mengonsumsi daging kambing bisa meningkatkan gairah seksual maupun kejantanan lelaki. Faktanya, meski testis kambing mengandung banyak testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual, sebenarnya ini tidak sepenuhnya betul.
"Peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan," tulis Prof. Ari.
BACA JUGA: Jelang Idul Adha Daging Sapi di Pasar Terkendali, Cabai Rawit Masih Melejit
3. Daging kambing meningkatkan kolesterol
Adapula kekhawatiran lainnya, yang menganggap bahwa mengonsumsi daging kambing bisa meningkatkan kolesterol jahat dalam tubuh, yang berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung hingga stroke.
Namun, menurut dr. Royman C. P Simanjuntak dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, tidak ada hubungan antara konsumsi daging kambing dengan penyakit jantung akibat kadar kolesterol yang meningkat.
"Itu nggak ada hubungannya. Tapi kalau kita bicara dalam porsi normal ya. Dalam artian tidak setiap hari makan daging kambing. Apalagi Iduladha ini kan hanya setahun sekali," ungkapnya dalam temu media beberapa waktu lalu.
BACA JUGA: Terlalu Banyak Makan Daging Merah Sangat Buruk Bagi Kesehatan
Lebih lanjut dia memaparkan bahwa tingginya kolesterol dalam tubuh seseorang disebabkan oleh banyak faktor, bukan hanya karena mengonsumsi daging kambing saja.
4. Ibu hamil tak boleh konsumsi daging kambing
Banyak kabar beredar jika daging kambing bahaya bagi ibu hamil, bahkan bisa menyebabkan keguguran karena sifatnya yang panas. Faktanya, sama seperti daging lainnya, ibu hamil bisa mengonsumsi daging kambing dengan catatan tidak berlebih dan dengan memperhatikan tingkat kematangannya.
BACA JUGA: Harga Anjlok, Penjual Daging Ayam Madiun Bonusi Pembeli
Pada dasarnya, ibu hamil memang disarankan makan daging mentah atau setengah matang. Jadi, jika ingin mengonsumsi daging kambing, pastikan dagingnya benar-benar matang. Dan, hindari hidangan sate kambing karena dikhawatirkan belum matang sepenuhnya.
5. Daging kambing lebih menyehatkan dari daging sapi
Selama ini, banyak masyarakat yang menganggap daging sapi lebih sehat daripada daging sapi. Padahal belum ada penelitian ilmiah terkait hal ini. Kalaupun memang benar, mungkin karena pengaruh kandungan lemak tak jenuh yang lebih tinggi pada daging kambing.