Impor Buah Tiongkok ke Jatim Naik 100 Persen

A. Baehaqi

Reporter

A. Baehaqi

Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:57

impor-buah-tiongkok-ke-jatim-naik-100-persen

BUAH IMPOR: Anggur salah satu komoditas buah yang masuk ke Jatim. Foto: Ilustrasi/Pixabay.

JATIMNET.COM, Surabaya - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono menyebut, impor buah-buahan dan ampas makanan meningkat cukup signifikan di Bulan Juli 2019 dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk buah-buahan naik 153,76 persen dan ampas bahan makanan sebesar 124,29 persen.

"Secara prosentase yang alami lonjakan impor besar buah-buahan dari USD19,77 juta ke USD50,17 juta. Ampas makanan dari sebelumnya USD49,8 juta ke USD111,6 juta," ujar Teguh, Kamis 15 Agustus 2019.

Beberapa komoditas buah-buahan yang masuk ke Jatim, diantaranya, anggur, pear, kelengkeng, lemon, plum, dan jeruk mandarin. Teguh menyebut impor buah ini naik lebih dari 100 persen.

BACA JUGA: Harga Garam Terjun Bebas Hingga Rp500 per Kilogram

Analisa BPS Jatim, naiknya impor buah-buahan tersebut dipengaruhi usai tertahannya aktivitas ekspor selama Ramadan lalu. Libur dua pekan membuat pengiriman buah dari beberapa negara seperti Tiongkok tersendat.

"Tren ini sebenarnya biasa setiap tahun. Tahun lalu pun demikian, setelah usai liburan lebaran beberapa komoditas impor meningkat," bebernya.

Sementara untuk kenaikan ampas bahan makanan, Teguh menyampaikan, datang dari Amerika Serikat dan Brasil. Masuknya ampas bahan makanan ini salah satunya sebagai bahan pakan ternak.

BACA JUGA: BEM Desak Pemerintah Hentikan Impor Garam

"Ampas bahan makanan ini sari minyak kedelai. Karena itu tergolong ampas bahan makanan," kata Teguh.

Sepanjang Juli 2019 total impor Jawa Timur mencatatkan USD1,91 milliar dolar. Angka ini dibanding Juni 2019 meningkat cukup besar 27,49 persen. Sedangkan ekspor Jawa Timur selama Juli 2019 sebesar USD1,78 milliar, turun 25,31 persen dibanding Juni 2019.

Dengan begitu selama Juli kinerja neraca perdagangan Jawa Timur defisit sekitar USD22 juta. Tren ini disebutkan Teguh tidak berbeda jauh dengan tahun 2018.

Baca Juga