F1 akan Terapkan Perebutan Poin Fastest Lap

Rochman Arief
Rochman Arief

Sabtu, 9 Maret 2019 - 11:54

JATIMNET.COM, London - Balapan Formula 1 (F1) tahun ini diperkirakan lebih seru. Utamanya bagi pebalap yang mencetak fastest lap (lap tercepat) dan finish sepuluh besar.

Dikutip dari BBC Sport, Jumat 8 Maret 2019 regulasi ini diusulkan diterapkan pada balapan seri pembuka di Albert Park, Melbourne, Australia 15-17 Maret mendatang.

Kajian pemberian penghargaan ini didasarkan dari hasil survei terhadap penggemar F1. Langkah ini bagian dari upaya ‘mempercantik’ F1 agar lebih menarik. Tidak hanya bagi pebalap, penyelenggaraan F1 diharapkan bisa menggaet sponsor lebih banyak.

BACA JUGA: Paddy Lowe Tinggalkan Williams jelang Formula 1

Penerapan poin kepada pebalap yang mampu mencetak fastest lap (lap tercepat) mendapat dukungan dari World Motor Sport Council (WMSC/ Dewan olahraga motor dunia) selaku badan yang menaungi seluruh olahraga otomotif.

Namun untuk memuluskan langkah tersebut dibutuhkan persetujuan dari banyak pihak, di antaranya F1, FIA, dan Komisi F1. Begitu juga dengan pengelola sirkuit dan perwakilan dari sponsor juga perlu berembuk bersama.

Jika ide tersebut mendapat persetujuan WMSC, penerapan poin ini akan mengulang apa yang sudah dilakukan tahun 1950-1959. Selama dekade tersebut F1 telah menerapkan poin bagi pebalap yang mencetak lap tercepat.

Meski demikian, petinggi F1 masih mempertimbangkan regulasi baru ini. Terlebih bagi pebalap yang tidak masuk hitungan perebutan gelar juara dunia bisa mendapat durian runtuh.

BACA JUGA: Penyelenggaraan F1 di Silverstone Tahun Depan Masih Teka-teki

Pebalap tidak perlu berebut finish terdepan, namun cukup mencetak poin fastest lap. Tetapi petinggi F1 menyadari semua risiko yang akan dihadapi tim maupun pebalap.

Sementara itu, pengamat F1 Martin Brundle menilai pemberian poin kepada pebalap yang mencetak lap tercepat perlu diwaspadai. Sebab pebalap ‘kedua’ bisa secara mengejutkan mendapatkan poin tanpa harus susah-susah finish terdepan.

“Saya ,menyukai konsepnya, terutama pebalap seperti Daniel Ricciardo atau Kimi Raikkonen. Pebalap seperti mereka bisa saja tiba-tiba bisa mencuri poin tambahan,” kata Brundle seperti dikutip Sky Sports, Jumat 8 Maret 2019.

Baca Juga

loading...