
Reporter
A. BaehaqiJumat, 4 Desember 2020 - 13:40
Editor
Ishomuddin
EMO DEMO. Metode edukasi yang disebut emo demo dinilai berhasil menurunkan angka stunting di Trenggalek. Foto: Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek
JATIMNET.COM, Surabaya – Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Trenggalek Esti Ayu Nusworini mengklaim jumlah bayi yang menderita gagal tumbuh atau stunting di wilayahnya dalam tiga tahun terakhir berkurang.
Menurutnya, hingga pertengahan tahun 2020 tercatat sebanyak 11,4 persen bayi di bawah usia dua tahun yang menderita stunting. Jumlah itu menurun cukup tajam dibanding 2018 yang mencapai 14,9 persen.
Esti mengatakan keberhasilan tersebut tak lepas dari efektifnya gerakan yang melibatkan segenap komponen masyarakat. Mulai dari masyarakat desa, jajaran pemerintah daerah, sampai lembaga swasta yang turut andil. Salah satunya adalah lembaga nonpemerintah dari Swiss, GAIN.
Salah satu metode yang diterapkan adalah emo demo di Posyandu. Emo demo adalah metode edukasi interaktif dengan permainan yang menggugah emosi ibu atau pengasuh bayi di bawah usia dua tahun.
BACA JUGA: Dinkes Jatim Fokus Atasi Stunting di 12 Daerah
Metode ini, menurut Esti, bertujuan untuk memperbaiki kualitas pemberian makan bayi dan anak sesuai dengan tahapan tumbuh kembang anak.
"Tim Dinas Kesehatan Trenggalek sangat merasa terbantu ketika berhadapan langsung dengan masyarakat," ujar Esti dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 4 Desember 2020.
Menurutnya, emo demo memiliki peran yang cukup besar dalam upaya menurunkan stunting. Perubahan khususnya terhadap ibu hamil dan ibu balita jadi semakin mudah.
"Termasuk juga keterbukaan informasi dan kecepatan berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Sepanjang 2020 sudah ada beberapa pemerintah daerah di Indonesia yang datang ke Trenggalek untuk belajar tentang program apa saja yang telah digunakan untuk penanganan stunting," katanya.
Keberhasilan menurunkan angka stunting ini membuat Trenggalek diapresiasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai Kabupaten Terbaik dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi 2020.
Sementara itu, Penjabat Perwakilan GAIN di Indonesia, Agnes Malipu, mengatakan pihaknya terus aktif membantu menurunkan angka stunting di Indonesia. Salah satu langkah yakni dengan menggandeng Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah.
BACA JUGA: Lima Pilar Program Percepatan Menurunkan Stunting
Agnes melihat instansi pemerintah sangat berperan dalam memberikan pemahaman tentang gizi dan perubahan perilaku nutrisi di masyarakat. "Ada juga upaya-upaya untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan makanan yang aman dan bergizi," kata Agnes.
Sejauh ini, menurutnya, sudah ada 15 master pelatih emo demo tingkat kabupaten, 177 pelatih emo demo tingkat puskesmas, dan berhasil melakukan emo demo di 390 Posyandu.
Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek juga melakukan perluasan program di luar wilayah dengan melatih 120 tenaga kesehatan tingkat Puskesmas dan pelaksanaan pelatihan emo demo bagi kader hampir di seluruh Puskesmas yang terdiri dari 336 Posyandu di luar wilayah pendampingan GAIN.
Di Trenggalek, GAIN telah melaksanakan advokasi bersama pemerintah daerah dan Dinkes setempat. GAIN juga terus melakukan promosi kegiatan melalui metode emo demo, melatih pelatih utama tingkat kabupaten, hingga kader Posyandu, dan pelaksanaan emo demo di Posyandu.