Cerita Emil yang Pernah Diserang Hoaks “Rajanya Korupsi”

Baehaqi Almutoif

Sabtu, 18 Mei 2019 - 18:56

JATIMNET.COM, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak pernah punya pengalaman tidak menyenangkan tentang berita hoaks. Sewaktu baru menjabat dua bulan sebagai Bupati Trenggalek, dia mengaku pernah diberitakan sebagai rajanya korupsi.

"Saya punya pengalaman waktu jadi Bupati Trenggalek. Santer saya diberitakan melalui koran, saya baru dua bulan padahal, tapi sudah disebut rajanya korupsi," cerita Emil saat membuka acara Seminar Nasional Media Siber: Good Jurnalism vs Hoax di Era Post Truth oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Sabtu 18 Mei 2019.

Awalnya, politisi kelahiran Jakarta ini tidak menanggapi berita tersebut. Namun seiring berjalannya waktu ternyata berdampak, para kepala desa banyak yang datang kepadanya terkait pemberitaan itu.

BACA JUGA: Arumi Seimbangkan Menu Sahur dengan Sayur Bening

"Kepala desa datang ke saya. Pak saya ada yang mendatangi, saya ditakuti, bupatinya saja bisa dibeginikan (diberitakan korupsi), bagaimana dengan bapak (kepala desa)," ungkap Emil.

Banyak kepala desa yang ketakutan. Mereka diancam dengan model pemberitaan seperti itu. "Buat mereka (kepala desa) masuk koran sudah jadi rasan-rasan tetangga. Padahal isi beritanya belum tentu bener," tuturnya.

Alumnus Ritsumeikan Asia Pacific University Jepang itu lantas meminta bantuan kepada dewan pers untuk memberi penjelasan ke para kepala desa, terutama tentang memilah pemberitaan yang tidak benar.

BACA JUGA: Emil Ajak Pemuda Kembangkan Potensi Wisata dengan Teknologi Informasi

"Dan memang dewan pers menyatakan media tersebut bersalah dan media itu harus minta maaf," sebutnya.

Pemberitaan hoaks seperti itu, lanjut Emil, harus diperangi bersama. Karena dampaknya bisa sangat merugikan banyak pihak. Tidak hanya korban hoaks secara langsung, tetapi siapa saja yang cukup luas cakupannya.

Emil pun berharap media konvensional dapat memerangi berita hoaks. Mengingat sejauh ini, menurut data yang disampaikan Emil, masih 44 persen masyarakat Indonesia belum bisa mendeteksi berita hoaks dengan baik.

BACA JUGA: Emil Dardak Pilih Menempati Rumah Dinas di Kawasan Margorejo

"Di sisi lain ini bisa jadi tantangan media konvensional, manakala orang lebih senang dengan judul yang bombastis," bebernya.

Ketua AMSI Jawa Timur Arief Rahman mengatakan, masyarakat saat ini memang sudah seharusnya mencermati mana berita hoaks dan tidak. Membanjirnya informasi yang tidak terverifikasi menjadi sampah bahkan racun yang membuat krisis di masyarakat.

"Ada 43 ribu media yang hadir. Inilah pekerjaan besar AMSI dengan menggelar ini memberikan sosialisai di masyarakat bagaimana di tengah banyaknya media siber dan membanjirnya hoaks," kata Arief Rahman.

Baca Juga

loading...