Begini Penampakan Lubang Hitam Pertama Kali di Dunia

Nani Mashita

Reporter

Nani Mashita

Kamis, 11 April 2019 - 12:17

JATIMNET.COM, Surabaya - Para astronom merilis penampakan lubang hitam untuk pertama kalinya. Luasnya 40 miliar km atau tiga juta kali ukuran Bumi dan telah digambarkan oleh para ilmuwan sebagai monster di galaksi yang dikenal sebagai M87.

Dilansir dari afp.com, Kamis 11 April 2019, terlihat foto dengan gambar inti gelap yang dikelilingi oleh lingkaran cahaya berwarna oranye terang, dari plasma putih-panas. Gambar ini persis dengan apa yang dipercaya selama 30 tahun terakhir.

"Sejarah sains akan dibagi ke dalam waktu sebelum gambar, dan waktu setelah gambar," kata Michael Kramer, direktur di Institut Max Planck untuk Radio Astronomi.

Kebanyakan spekulasi mengira Event Horizon Telescope akan memotret lubang hitam yang lebih dekat di galaksi Bima Sakti, Sagittarius A. Namun para astronom mengambil langkah lain yaitu memotret lubang hitam yang ada di galaksi M87.

BACA JUGA: Menunggu Penampakan Lubang Hitam yang Misterius

Lubang hitam supermasif yang diabadikan oleh jaringan teleskop radio yang sangat luas berjarak 50 juta tahun cahaya. Mengunci gambar lubang hitam supermasif M87 pada jarak seperti itu sebanding dengan memotret kerikil di Bulan, kata para ilmuwan.

"Ini jarak yang hampir tidak bisa kita bayangkan," Frederic Gueth, seorang astronom di Pusat Nasional Penelitian Ilmiah Prancis (CNRS) dan penulis pendamping penelitian yang merinci temuan tersebut.

Upaya tim memotret lubang hitam dilakukan dengan menggabungkan banyak observatorium. Selama beberapa hari di bulan April 2017, delapan teleskop radio di Hawai, Arizona, Spanyol, Meksiko, Chili, dan Kutub Selatan memusatkan perhatian pada Sagittarius A dan M87.

Masing-masing berada di dataran tinggi di berbagai situs eksotis, termasuk di gunung berapi di Hawai dan Meksiko, pegunungan di Arizona dan Sierra Nevada Spanyol, di Gurun Atacama Chili, dan di Antartika.

BACA JUGA: Ilmuwan Cina Dikabarkan Berhasil Tumbuhkan Biji Kapas di Bulan

Disatukan, mereka membentuk sebuah observatorium virtual sepanjang 12.000 kilometer - kira-kira diameter Bumi. Upaya memotret lubang hitam nyaris gagal saat data dari Teleskop Kutub Selatan, tidak mengirimkan gambar hingga enam bulan kemudian. Hal ini disebabkan cuaca yang ekstrem yang melanda belahan bumi selatan.

Helger Rottmann dari Max Planck Institute mengenang pada akhirnya data itu diterima tim menjelang Natal, tepatnya pada 23 Desember 2017. "Ketika, beberapa jam kemudian, kita melihat bahwa semuanya ada di sana, itu adalah hadiah Natal yang luar biasa," kata Rottmann.

Namun, butuh satu tahun lagi, untuk mengumpulkan data menjadi sebuah gambar. Upaya ini dilakukan oleh empat tim berbeda untuk bisa memastikan gambar tersebut valid.

Para ilmuwan tim yang mempresentasikan temuan-temuan itu pada konferensi pers di Brussels tampak tersentuh. "Kami melihat daerah yang belum pernah kami lihat sebelumnya, bahwa kami tidak bisa membayangkan berada di sana. Rasanya seperti melihat gerbang neraka, di ujung ruang dan waktu, cakrawala peristiwa, titik tidak bisa kembali," kata Heino Falcke, ketua Dewan Sains EHT.

Baca Juga

loading...