KontraS Kecam Pembubaran Aksi Kamisan di Surabaya dan Malang

Hari Istiawan

Jumat, 28 September 2018 - 09:11

JATIMNET.COM, Surabaya – Federasi KontraS bersama KontraS (Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) Surabaya, mengecam keras tindakan Ormas (Pemuda Garuda) dan aparat kepolisian yang membubarkan Aksi Kamisan di Surabaya dan Malang.

Koordinator KontraS Surabaya Fatkhul Khoir menyatakan, tindakan pembubaran paksa aksi kamisan di Surabaya dan Malang merupakan alarm tanda bahaya bagi masa depan demokrasi dan penuntasan berbagai kasus pelanggaran HAM berat masa lalu yang terjadi di Indonesia.

“Kejadian ini menambah jumlah kasus pembatasan dan pelanggaran hak kebebasan untuk berkumpul dan menyampaikan pendapat,” kata Fatkhul Khoir dalam rilisnya, Jumat 28 September 2018.

Sekjend Federasi KontraS Andy Irfan menambahkan, dengan seringnya terjadi peristiwa semacam ini di wilayah Jawa Timur, menunjukkan bahwa personel kepolisian di bawah Polda Jatim belum mampu menerapkan model Polisi Profesional yang menghormati prinsip-prinsip HAM.

Untuk diketahui Aksi Kamisan adalah aksi damai yang telah dimulai sejak 18 Januari 2007 di depan Istana Negara di Jakarta oleh para korban dan keluarga korban pelanggaran HAM serta aktivis HAM di Indonesia. Di antaranya adalah korban ’65, korban Tragedi Trisakti dan Semanggi ’98, Penculikan aktivis 98, Pembunuhan Munir, dll.

Selanjutnya aksi kamisan juga dilakukan di sejumlah kota-kota lain di Indonesia, diantaranya Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Medan, dan beberapa kota lain. Aksi Kamisan dilakukan pada setiap Hari Kamis Pukul 16.00 hingga 17.00

Baca Juga

loading...