Segudang Manfaat Puasa untuk Kesehatan Manusia

Hari Istiawan

Reporter

Hari Istiawan

Minggu, 5 Mei 2019 - 14:55

JATIMNET.COM, Surabaya – Ibadah puasa yang dilakukan manusia juga memberikan manfaat bagi kesehatan, baik jasmani maupun rohani.

Prof. Dr. Rachman Ardan menyebutkan, berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern.

“Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri,” kata Rachman dalam artikelnya yang diunggah di situs resmi Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung, dikutip Jatimnet.com, Minggu 5 Mei 2019.

BACA JUGA: Menjaga Tradisi Santap Coto Makassar Jelang Ramadan

Menurutnya, penelitian yang diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009 terdapat 113 artikel yang menyebutkan terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadan bagi kesehatan manusia.

Prof. Rachman menyebutkan beberapa manfaat puasa seperti di bawah ini:

1. Keseimbangan nutrisi

Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan kelaparan (starvasi) sebagai kekurangan nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri  tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat.

BACA JUGA: Tradisi dan Budaya Sambut Ramadan di Penjuru Dunia

Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan kelaparan biasa. Kelaparan dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Namun sebaliknya, dalam puasa ramadan terjadi keseimbangan nutrisi yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan menyuplai asam amino dalam darah sepanjang hari.

Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen.

BACA JUGA: Ini Negara dengan Durasi Puasa Terlama dan Tersingkat

Hal ini tidak terjadi pada kelaparan jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga berisiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadan, fungsi hati masih aktif dan baik.

2. Pengaruh puasa pada ibu hamil dan janin

Terdapat sebuah penelitian puasa pada ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok tidak hamil dan tidak menyusui di perkampungan Afika Barat. Ternyata dalam penelitian tersebut disimpulkan tidak terdapat perbedaan kadar glukosa serum, asam lemak bebas, trigliserol, keton, beta hidroksi butirat, alanin, insulin, glucagon dan hormon tiroksin.

Penelitian di Departemen Obstetri dan Ginekologi dari Gaziantep University Hospital, terhadap 36 wanita sehat dengan kehamilan tanpa komplikasi berturut-turut dari 20 minggu atau lebih, yang berpuasa selama bulan Ramadan untuk mengevaluasi efek Ramadan pada janin, pengukuran Doppler ultrasonografi dalam peningkatan diameter biparietal janin (BPD), peningkatan panjang tulang paha janin (FL), meningkatkan berat badan diperkirakan janin (EFBW), profil biofisik janin (BPP), indeks cairan amnion (AFI), dan rasio arteri umbilikalis sistol / diastol (S / D) rasio.

BACA JUGA: 21 Ribu Apem Meriahkan Tradisi Megengan di Surabaya

Kortisol serum ibu, trigliserida, kolesterol total, low-density lipoprotein (LDL), high density lipoprotein (HDL), very Low density lipoprotein (VLDL), dan LDL / HDL rasio juga dievaluasi sebelum dan sesudah Ramadan.

Hasil penelitian menunjukkan, tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan antara kedua kelompok untuk usia janin, berat badan ibu, perperkiraan kenaikan berat badan janin (EFWG), BPP janin, dan rasio arteri umbilikalis S/D.

3. Bermanfaat Bagi Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menyebutkan sebenarnya tidak terdapat perbedaan kesehatan jantung  yang mencolok saat berpuasa dibandingkan saat tidak berpuasa. Puasa Ramadan tidak mempengaruhi secara drastis metabolisme lemak, karbohidrat dan protein. Meskipun terjadi peningkatan serum uria dan asam urat sering terjadi saat terjadi dehidrasi ringan saat puasa.

BACA JUGA: Haedar Nashir Imbau Medsos Juga Ikut “Berpuasa”

Saat berpuasa ternyata terjadi peningkatan HDL dan apoprotein alfa1. Penurunan LDL sendiri ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Beberapa penelitian "chronobiological" menunjukkan saat puasa Ramadan berpengaruh terhadap ritme penurunan distribusi sirkadian dari suhu tubuh, hormon kortisol, melatonin dan glisemia. Berbagai perubahan yang meskipun ringan tersebut tampaknya juga berperan bagi peningkatan kesehatan manusia.

Selain tiga manfaat puasa di atas, masih banyak manfaat lainnya bagi kesehatan manusia seperti, penurunan glukosa dan berat badan, memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel, sangat efektif meningkatkan konsentrasi urin dalam ginjal, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta bermanfaat dalam pembentukan sperma.

Baca Juga

loading...