Proyek Selingkar Wilis Diarahkan ke Agrobisnis dan Pariwisata

Nugroho

Reporter

Nugroho

Rabu, 13 Juli 2022 - 00:20

Editor

Nugroho
proyek-selingkar-wilis-diarahkan-ke-agrobisnis-dan-pariwisata

AKRAB. Sejumlah anggota komunitas pecinta alam sedang bermalam di salah satu pos pendakian Gunung Wilis via Kare Eco Advnture beberapa waktu lalu. Foto.Disparpora Kabupaten Madiun

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur memberikan perhatian khusus dalam pengembangan kawasan di kawasan Selingkar Wilis. Apalagi, program itu masuk dalam salah satu prioritas pembangunan nasional.

Plt Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa proyek Selingkar Wilis bertujuan menyinergikan program-program pembangunan daerah bidang infrastruktur. Ini seperti jalan yang terintegrasi di perbatasan daerah di wilayah Selingkar Gunung Wilis untuk mengoptimalkan pengembangan potensi daerah.

BACA JUGA : Madiun Kembangkan Paket Wisata Minat Khusus di Gunung Wilis

“Dengan terbukanya akses jalan diharapkan dapat mendorong perkembangan bidang - bidang lain seperti kemudahan dalam mobilitas orang dan barang baik dalam satu wilayah kabupaten maupun ke kabupaten lain,” kata Emil dikutip dari laman resmi Kominfo Provinsi Jawa Timur, Rabu, 13 Juli 2022.

Kemudahan mobilitas itu bakal berlangsung di enam kabupaten di kawasan Selingkar Gunung Wilis. Adapun daerahnya, yaitu Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Ponorogo, dan Tulungagung. “Potensi yang dapat dikembangkan di enam kabupaten itu meliputi jasa pariwisata, pertanian, dan perkebunan,” ujar dia.

Untuk pengembangan perkebunan, menurut Emil, bakal diarahkan pada bidang agribisnis dan agrowisata. Sebab, produk domestik regional bruto (PDRB) dari sektor pertanian ini cukup tinggi, yakni 14,95 persen. Maka, pengembangan yang akan dilakukan melalui petik, olah, jual komoditas perkebunan.

BACA JUGA : Pemprov Jatim Pilah Prioritas Proyek Pembangunan Nasional

Sedangkan pengembangan sektor wisata dinyatakan harus mampu menangkap peluang meningkatnya kunjungan wisatawan di kawasan strategis pariwisata nasional (Borobudur, Bromo, Tengger, Semeru serta Bali). Apalagi dengan terbangunnya tol Trans Jawa dan Bandara Kediri maupun jalan pantai selatan (Pansela).

“Dalam setiap proses penyusunan perencanaan pembangunan perlu mempertimbangkan adaptasi dan mitigasi kebencanaan,” ucap Emil. 

Baca Juga