Mangrove Wonorejo Surabaya Jadi Tempat Transit Burung Migran

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 21 Maret 2019 - 14:45

JATIMNET.COM, Surabaya – Kawasan Mangrove Wonorejo di Surabaya, dikenal sebagai salah satu tempat mencari makan burung pantai. Lumpur dan tambak yang ada di Wonorejo, menjadi habitat makanan burung pantai, baik yang bermigrasi maupun yang menetap.

BirdLife Indonesia menyebut kawasan mangrove Wonorejo disinggahi lebih dari 10 ribu pasang jenis burung, terutama burung pantai. Sementara, sebagian besar burung pantai di Indonesia adalah burung migran.

Kawasan ini masuk dalam daerah important bird area (IBA), karena menjadi tempat persinggahan sementara, untuk mencari makan, bagi burung yang melakukan migrasi. Status IBA itu ditetapkan BirdLife Indonesia, di tahun 2004.

BACA JUGA: Jadikan Hutan Mangrove Wonorejo sebagai Rekreasi Edukatif

Puluhan hektare Mangrove yang ada di wilayah Surabaya Timur itu, juga menjadi kawasan ekowisata sejak tahun 2009.

Mereka bergantung pada hewan yang tinggal di hamparan lumpur hutan mangrove, sebagai sumber makanan mereka, seperti udang-udangan, hewan jenis Mollusca, juga Polichaeta.

Burung sering menempati daerah tambak ikan yang berlumpur, serta hamparan pasir di tepi pantai, saat air laut surut.

BACA JUGA: Burung Dara Laut Bermigrasi ke Australia

Burung yang singgah berasal dari belahan bumi Utara garis khatulistiwa, seperti Rusia dan sekitarnya, dan belahan Selatan, yaitu sekitar Australia dan Negara Pasifik.

Pengembara angkasa itu bermigrasi, untuk mencari pasokan makanan, ataupun menuju tempat bertelur, lantaran kondisi itu tidak didapatkan di wilayah asal, akibat musim dingin.

Identitas burung yang sedang bermigrasi, terkadang bisa diketahui dari gelang ataupun bendera, yang terpasang di bagian kaki.

Beberapa sumber menyebutkan, waktu terbaik untuk mengamati burung pantai migran adalah, pada saat mereka memulai perjalanan menuju bagian Selatan, yaitu pada September hingga Maret, dan pada saat perjalanan kembali ke lokasi berbiak, pada Maret hingga April.

BACA JUGA: Burung Rangkong di Malang Selatan Semakin Langka

Berikut beberapa burung migran yang ditemukan pernah terlihat di Wonorejo, dihimpun dari berbagai sumber.

1.Cerek jawa atau Charadrius javanicus

Cerek Jawa dikenal sebagai burung pantai yang menetap di wilayah Indonesia, mulai dari Lampung hingga Timor Leste, dan juga sedikit di bagian Kalimantan.

gatalnya itu disini :P
cerek jawa, serangan island, #bali biodiversity pic.twitter.com/s6xW5uFQMq

— KONPHALINDO (@KONPHALINDO) 16 Januari 2017

Birdlife menyebut, status burung bernama Inggris Javan Plover ini, sebagai near threatened. Meskipun tidak kritis, tren populasinya menurun, karena habitat yang terus berkurang.

2. Cerek tilil atau Charadrius alexandrinus

Cerek tilil memilih tinggal di beberapa wilayah, untuk kebutuhan berbeda.

Burung yang juga dikenal dengan nama Inggris Kentis Plover ini, berkembang biak di wilayah Eropa tengah dan Cina.

BACA JUGA: Terancam Mati, Enam Ekor Burung Langka Dievakuasi 

Setelah menetaskan keturunan, mereka akan bermigrasi ke beberapa lokasi di Utara khatulistiwa untuk menetap. Letaknya tersebar di garis pantai sejumlah negara di Benua Afrika, Eropa, dan juga Benua Asia.

Burung yang populasinya cukup banyak ini, singgah di sebagian besar pantai di Indonesia untuk bermigrasi, ketika tempat tinggalnya tidak memberikan cukup makanan, terutama pada musim dingin.

3. Trinil pantai atau Tringa hypoleucos

Trinil Pantai berstatus dilidungi di Indonesia. Burung dengan nama Inggris Common sandpiper ini, berburu invertebrata, di balik lumpur Mangrove Wonorejo.

Trinil Pantai https://t.co/Jy7COjpeNE

— KPB Bionic UNY (@bionic_uny) 31 Maret 2018

Trinil pantai adalah satwa yang berbiak di kawasan Eropa tengah dan Asia. Setelah berkembang biak, Trinil pantai menetap di Selatan khatulistiwa, di sepanjang pantai Australia, Indonesia, dan beberapa negara di Benua Afrika, yang berada di Selatan khatulistiwa.

4. Trinil kaki merah atau Tringa totanus

Trinil kaki merah diketahui bersarang di wilayah Utara, di sekitar Kazhakstan dan Ukraina.

Setelah menetas, burung berparuh merah ini, akan berpindah untuk tinggal di beberapa negara di Utara Khatulistiwa, seperti di beberapa negara Afrika, Asia, termasuk sebagian besar pantai Indonesia.

5. Ekor blorok

Burung biru laut ekor blorok atau dikenal dalam nama Inggris sebagai Black-tailed Godwit juga ditemukan di Wonorejo.

Bbc menyebut spesies Godwit adalah burung kecil dengan rute migrasi cukup panjang, sejak berangkat dari Selandia Baru.

The godwits are back! Just hearing reports of that the first limosa black-tailed godwits have been seen at the RSPB Nene Washes. We are very happy to see them - hopefully in a few months time we'll be seeing lots of scenes like this @wwtwelney @rspbfens @naturebftb @rspbintheeast pic.twitter.com/eOHR2bp5Ep

— Project Godwit (@projectgodwit) 15 Maret 2019

Ia terbang nonstop selama 20 hari, dengan rute dari Selandia Baru ke Australia Timur, kemudian berlanjut ke Asia, sebelum berakhir di Alaska.

Rute kembali dari Alaska ke Selandia Baru, menjadi yang terjauh dengan jarak 11.800 kilometer, dari total jarak 30 ribu kilometer.

BACA JUGA: Ratusan Burung dari Balikpapan Ditahan BBKP Surabaya

Godwit memulai perjalanannya di pertengahan Maret, sebelum tiba dan menetap untuk bertelur di Alaska, pada Juni dan Juli. Ia kembali menuju Selandia Baru, pada Agustus.

Burung ini menghadapi ancaman kepunahan, karena rute migrasinya bergantung pada pasokan makanan di sepanjang perjalanan. Penjelajah angkasa ini disebut susah beradaptasi, sehingga kesulitan bertahan hidup selama melakukan migrasi.

Baca Juga

loading...