Daun Kelor Mengurangi Inflamasi Saat Sakit

Dyah Ayu Pitaloka

Kamis, 21 Maret 2019 - 17:45

JATIMNET.COM, Surabaya – Daun kelor menjadi superhero baru sejak dua tahun terakhir. Penelitian menghasilkan, daun kelor mampu mengurangi inflamasi dalam tubuh, akibat senyawa Phytochemicals yang dikandungnya.

Dikutip dari the conversation, daun yang memiliki nama latin Moringa oleifera, adalah tumbuhan yang berasal dari Himalaya dan India.

Tumbuhan yang toleran terhadap kekeringan ini, juga bisa tumbuh dengan baik, di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis, seperti di wilayah Asia, Afrika, Amerika tengah dan Kepulauan Karibia.

Kelor dikenal sebagai makanan, sayuran, dan juga obat herbal.

BACA JUGA: Jatim Ekspor Daun Kelor ke Korsel Rp 13 Miliar

Seluruh bagian tanaman bisa dikonsumsi, mulai dari daun dan buah klentangnya untuk bahan makanan, sedangkan biji, kulit kayu, bunga dan akarnya, digunakan sebagai obat.

Daun kelor bernutrisi tinggi. Sekali dipanen dan dikeringkan, mereka mengandung 30 persen protein, semua asam amino penting, dan berbagai vitamin dan mineral.

Pohon kelor juga memiliki mekanisme bertahan alami, melawan kerusakan lingkungan dan hama.

Hal ini karena adanya senyawa kimia, yang disebut sebagai Phytochemicals, yang mengadung antioxidan, dan kandungan sebagai mekanisme pertahanan.

BACA JUGA: Ngawi Ekspor 7 Ton Daun Nilam Ke India

Penelitian postdoktoral di Universitas Rutgers, bekerja sama dengan ahli botani, untuk menyembuhkan diabetes dan kegemukan, menunjukkan cara yang sederhana, dalam memanfaatkan senyawa anti inflamasi yang kuat, pada daun kelor, dilansir dari The Conversation, 1 Oktober 2017.

Phytochemicals berfungsi untuk melawan hama yang menyerang tumbuhan. Senyawa akan berubah menjadi aktiv bila daun dihancurkan atau dikoyak hama.

Aktivitas itu menyebabkan terjadinya reaksi enzimatic, dan menyebabkan Phytochemicals menjadi aktiv.

Meskipun senyawa ini beraksi untuk melawan hama, rasa pahitnya berfungsi sebagai agen inflamasi, di dalam tubuh manusia.

Senyawa itu bekerja ketika tubuh sakit, atau mengalami gangguan kesehatan, seperti kanker, diabetes, atau obesitas, dan menyebabkan tubuh mengalami inflamasi kronis.

BACA JUGA: Siswa SMA Di Ponorogo Ciptakan Obat Nyamuk dari Daun

Kondisi itu menyebabkan badan kehilangan keseimbangan, seperti ketika dalam mode berkelahi.

Meskipun inflamasi akut bisa membantu tubuh untuk sembuh, seperti ketika memotong jari, inflamasi kronis bisa membahayakan kesehatan, karena sistem kekebalan tubuh bekerja berlebihan.

Inflamasi bisa juga menyebabkan proses tak tepat atas konsumsi gula, dan racun, yang terpapar tubuh.

Phytochemicals dalam daun kelor, bisa membantu mengurangi inflamasi ini.

BACA JUGA: Khasiat Sabun Herbal dari Daun Petai Cina bagi Kulit

Senyawa bioaktiv di dalam daun kelor, disebut isothiocyanates (ITCs) , dan mirip dengan yang ditemukan dalam brokoli, gubis, dan daun rocket, memberikan sensasi rasa mirip merica.

Penelitian itu, juga berhasil mematenkan, proses menghancurkan daun dalam kondisi segar, untuk membebaskan ITC aktiv, dan kemudian mengeringkannya dalam bentuk bubuk, yang mengandung senyawa tumbuhan paling bermanfaat, untuk kesehatan manusia.

Mereka juga mampu, menunjukkan manfaat daun kelor dalam mengurangi inflamasi kronis, menurunkan kadar gula darah, kolesterol, obesitas, dan gangguan inflamasi lain, yang bekerja dalam model sel ataupun menggunakan model binatang.

Baca Juga

loading...