
Reporter
A. BaehaqiSenin, 25 Januari 2021 - 06:20
Editor
Bruriy Susanto
PENGANGGURAN: Badan Pusat Statistika (BPS) Jawa Timur menyebutkan angka pengangguran terbuka per Agustus 2020 meningkat dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya. Grafis: BPS Jatim
JATIMNET.COM, Surabaya - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo menyebut selama pandemi Covid-19 tingkat pengangguran di Jawa Timur 5,26 persen dari jumlah penduduk.
Jumlah itu, kata dia, meningkat dari sebelumnya 3,6 persen. “Dari jumlah pekerja 8 juta lebih, ada penambahan 300 ribu pengangguran. Kebanyakan angka pengangguran didukung dari lulusan SMA dan SMK di Jatim,” ujar Himawan, Senin 25 Januari 2021.
Pihaknya menyebut, sepanjang 2020 pengangguran sebanyak 1,3 juta orang. Naiknya angka pengangguran itu ditengarai banyak faktor. Diantaranya sektor pekerja migran yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) selama pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Angka Pengangguran di Jatim Meningkat
“Jumlah pengangguran juga didukung dari sektor migran. Banyak pekerja migran yang putus kerja selama pandemi Covid-19. Meski demikian tingginya angka pengangguran di Jatim bukan karena PHK melainkan jumlah kelulusan SMA/SMK di Jatim,” bebernya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai Agustus 2020, jumlah angkatan kerja Jatim meningkat seiring naiknya pengangguran terbuka yang dominan lulusan SMK. Jumlah angkatan kerja di Jatim sampai Agustus kemarin mencapai 22,26 juta jiwa.
Naik 396,37 ribu orang (1,81 persen) dari Agustus tahun lalu, dan yang menganggur sebanyak 1,30 juta orang. “Sampai Agustus 2020, hanya 20,96 juta orang penduduk di Jatim yang bekerja,” kata Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan.
BACA JUGA: Lebih dari 3.000 Buruh Terdampak Covid, PHK hingga Tak Diberi THR
Dadang menambahkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jatim juga meningkat sebesar 2,88 persen poin. Sampai Agustus 2020 TPT Jatim jadi 5,84 persen dari sebelumnya 3,82 persen. Pengangguran terbuka terbanyak ada di perkotaan. Jumlahnya mencapai 7,37 persen. “Di pedesaan sebesar 4,13 persen,” tegasnya.
Sedangkan berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran terbuka lulusan SMK masih dominan dengan kontribusi sebesar 11,89 persen. Kemudian diikuti SMA 9,34 persen.
Sebaliknya, TPT paling rendah ada pada tingkat lulusan SD dengan kontribusi sebesar 2,78 persen. “Dibandingkan Agustus 2019 ada kenaikan TPT di semua tingkat pendidikan. Kenaikan TPT tertinggi pada lulusan SMK mencapai 3,50 persen poin, Diploma naik 2,91 persen poin, dan SMA naik sebesar 2,46 persen poin,” tandasnya.