JATIMNET.COM, Surabaya – Bayi dan balita merasakan sensasi menyeramkan di telinganya saat pesawat naik atau turun. Kondisi tersebut sulit dipahami dan sering kali menyebabkan bayi dan balita menangis. Sejumlah peneliti menemukan cara untuk mengatasi rasa tak nyaman pada bayi sehingga membuat mereka tenang saat berada di dalam pesawat.

"Tentu saja, salah satu alasan utama bayi menangis di pesawat adalah karena mereka tidak pandai menyamakan tekanan di telinga tengah, karena tabung Eustachia infantil umumnya tidak berfungsi, tidak seperti orang dewasa," kata Dr. Simon Baer, seorang konsultan bedah telinga, hidung dan tenggorokan di Inggris, dilansir dari www.livescience.com, Senin 11 Februari 2019.

Tabung Eustachius adalah saluran yang menghubungkan telinga tengah ke nasofaring - tenggorokan bagian atas dan bagian belakang rongga hidung. Tabung ini berfungsi mengontrol tekanan di dalam telinga tengah agar sama dengan tekanan udara di luar tubuh.

BACA JUGA: Perubahan Iklim Bisa Berdampak pada Jantung Bayi

Pipa Eustachius tertutup hampir setiap waktu. Pipa ini hanya terbuka ketika ada kegiatan seperti menguap, menelan dan mengunyah. Sehingga memungkinkan udara masuk melalui bagian antara telinga tengah dan nasofaring. Ketika tekanan atmosfer berubah dengan cepat, menyebabkan perasaan tiba-tiba tersumbat di telinga. Bagian paling sulit adalah menyamakan tekanan dalam telinga tengah saat pesawat akan turun, karena terjadi tekanan dari atmosfer rendah ke relatif yang lebih tinggi.

Menyamakan tekanan bukan hal yang sulit dilakukan pada orang dewasa. Sebagian besar akan menguap atau menelan dengan tujuan sengaja membuka tabung dan menyamakan tekanan di dalam telinga tengah. Namun cara berbeda harus dilakukan pada bayi. Cara pertama menyeimbangkan perbedaan tekanan di telinga tengah menurut Baer adalah dengan melakukan manuver Valsalva.  Yaitu, mencubit hidung dan meniup, menurut sebuah tinjauan pada 2007 di Paediatrics & Child Health, jurnal resmi Canadian Pediatric Society.

Baer juga memiliki nasehat lain.  “Tiga cara yang bisa dilakukan adalah memastikan bayi bangun saat pesawat terbang dan mendarat, membuat bayi mengisap botol dan menghindari terbang ketika bayi menderita infeksi saluran pernafasan atas,” kata Baer.  

BACA JUGA: Ini Prediksi Nama Bayi Terpopuler Tahun 2019

Cara serupa juga disebutkan oleh Gordon Harrison, kepala audiolog di rantai ritel optik dan pendengaran AS.  Selain menyarankan untuk menelan atau menguap saat bepergian, ia juga menguatkan pendapat Baer tentang pentingnya aktivitas menyusui pada bayi dan anak-anak. Caranya dengan memberi botol atau dot untuk disedot saat lepas landas dan mendarat, atau menyusui pada saat-saat itu. Dia menambahkan rasa sakit  yang dialami bayi selama penerbangan bersifat sementara.  "Itu tidak akan menyebabkan masalah yang berkepanjangan dan kemungkinan besar akan berkurang dalam beberapa menit karena tabung Eustachio terbuka untuk membiarkan tekanan udara menyamakan di kedua sisi gendang telinga."