Sejak 2018, Go-Food Antar 95 Juta Box Ayam Geprek

David Priyasidharta
David Priyasidharta

Jumat, 15 Maret 2019 - 09:18

JATIMNET.COM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan teknologi ekonomi digital telah memberikan manfaat bagi pertumbuhan Usaha Kecil Menengah. Hal ini banyak dirasakan oleh pengusaha kuliner dengan memanfaatkan aplikasi transportasi online.  

Menurut Rudiantara perkembangan dunia transportasi telah membuka lapangan usaha dan wirausahawan baru. Pengusaha kuliner kini tak perlu sewa tempat mahal lagi karena dari dapur bisa langsung didistribusikan ke konsumen lewat aplikasi.

“Ibu, teman-teman terutama wanita yang suka masak, masakannya enak, dulu kalau bisnis buka restoran harus sewa tempat dan lain sebagainya. Sekarang gak perlu, dari dapur aja dikirim yang penting brand-nya bagus," kata Rudiantara saat memberikan Kuliah Umum bagi Mahasiswa STT Rahmat Emanuel, di Jakarta, Rabu 13 Maret 2019 malam.

BACA JUGA: Pendiri Gojek Masuk 50 Sosok Menginspirasi 2018

Ia kemudian memberitahukan data bahwa sejak 2018, Go-jek, Go-mengatakan bagaimanana ihwal sampai dengan 2018, Go-Food telah mengantar ayam geprek hingga 95 juta. "Martabak saja yang sudah dikirim oleh Go-Food sampai pertengahan 2018 sebanyak 40 juta box lebih," katanya dalam laman Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Dan yang menjual ayam geprek atau martabak itu, kata Rudiantara, bukanlah konglomerat. Melainkan UKM. "Jadi ekonomi digital ini, itu create new entrepreneur,” paparnya.

Ia mengatakan saat ini, Indonesia telah memasuki era tatanan perekonomian baru. Hampir semua proses transaksi ekonomi telah memanfaatkan teknologi digital.

BACA JUGA: Indah Wulandari, Sukses Bisnis Ayam Geprek Tanpa Buka Warung

Pemerintah memperkirakan potensi ekonomi digital Indonesia pada 2020 akan mencapai USD 130 Miliar. Nilai itu setara dengan 12 persen GDP Indonesia pada tahun 2020.

"Yang mendorong ini semua sebetulnya bukanlah teknologi, melainkan pola pikir manusia untuk mencari cara-cara baru yang lebih efektif dan produktif untuk menyelesaikan permasalahan di masyarakat," katanya.

Di era ekonomi digital ini, kata dia, teknologi hanya sebagai enabler (alat) saja. "Yang terpenting adalah pola pikirnya untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di masyarakat menggunakan teknologi,” ucapnya.

Baca Juga

loading...