Pondok Ramadan Wirausaha Khusus Anak Yatim

Baehaqi Almutoif

Jumat, 24 Mei 2019 - 22:12

JATIMNET.COM, Surabaya – Konsep Pondok Ramadan yang dilaksanakan di Yayasan Al Madina Surabaya berbeda dari umumnya. Tak hanya pengajian agama, tapi juga dilengkapi dengna amteri kewirausahaan.

Pengagas Kidspreuner Syarif Tayib mengaku sengaja menambah materi kewirausahaan dalam Pondok Ramadan secara gratis selama tiga hari, sejak 24-26 Mei 2019. Ia ingin membekali anak-anak yatim dengan kemampuan wirausaha.

"Alasannya sebetulnya meneladani kehidupan Rasulullah. Muhammad bin Abdullah itu kan enterprenure sejak kecil, beliau ditinggal ayahnya dan ditinggal ibunya," ujar Syarif, Jumat 24 Mei 2019.

BACA JUGA: Empat Masjid Tujuan Saat Ramadan di Malang

Alumni Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) itu melihat anak yatim adalah titisan nabi. Karenanya, ia ingin membekali dengan kemampuan kewirausahaan yang dipadu akhlak yang baik.

Sebagai pengusaha muda, akhlak sangat penting untuk mengembangkan usaha. "Di sini diajarkan bisnis, nilai tentang kewirausahaan itu apa, kemudian kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, solidaritas, dan seterusnya. Itu intinya pengusaha," urainya.

Semua materi itu, lanjut Syarif, dibungkus dalam empat materi. Hari pertama, pengisi materi adalah pemilik Baba Rafi Hendi Setiono. Pengusaha kebab kelahiran Surabaya itu akan memotivasi dengan kisahnya mengawali usahanya.

BACA JUGA: 40 Tahun Takjil Khas Banjar di Kawasan Ampel Surabaya

Diharapkan mereka yang ikut nantinya tahu bahwa jadi pengusaha itu enak. Bahwa pengusaha bisa mengatur orang. Bahwa pengusaha tidak bergantung gaji. "Kemudian mentoring pendampingan," ungkapnya.

Yayasan Al Madina menggandeng Fakultas Bisnis Islam UINSA dalam hal ini. Satu kelompok dengan 7-10 orang didampingi satu pendamping. Di situ akan ada komunikasi dua arah sebagaimana pentingnya kewirausahaan.

"Baru mereka diorganisir untuk bentuk tim solid yang bisa jualan. Kemudian menerapkan bagaimana memperoleh proses izin, kulakan, pengemasan hingga menghadapi calon pembeli," bebernya.

BACA JUGA: Bukber Dengan Sajian Humanity Food Truck di Masjid Al-Husna

Setelah semua materi itu diberikan, selanjutnya yang tidak ketinggalan adalah berdoa. "Kami libatkan mahasiswa UINSA. Sehingga tema besar kita berdoa dan berwirausaha," tuturnya.

Tidak hanya materi yang didapat, Syarif memastikan ada sponsor yang akan memberikan mereka modal untuk usaha. Kelompok yang telah terbentuk tinggal memilih usaha apa yang akan dijalankan. Rata-rata sektor makanan dan minuman yang dipilih.

"Pastinya ada pedampingan. Tiga bulan pertama dievaluasi. Terus kemudian harapannya tiap liburan semester genap diberi pendampingan," katanya.

Syarif berharap mereka bisa selanjutnya memiliki bekal kemandirian ke depannya. Tidak tergantung pada orang lain.

Baca Juga

loading...