Polda Jatim Bekuk Penyebar Hoaks Terkait Pilpres

M. Khaesar Januar Utomo

Minggu, 7 April 2019 - 14:35

JATIMNET.COM, Surabaya - Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menangkap penyebar hoaks Arie Kurniawan Rajasa (36), warga Jombang yang kos di Jalan Buncitan Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

Pelaku memposting berita hoaks di media sosial facebook dengan nama akun Antonio Banerra. Dalam postingan itu pelaku mengabarkan berita bohong dan menebar kebencian terkait kerusuhan 1998 lalu.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pelaku memposting di akun FB miliknya informasi yang meresahkan masyarakat dengan mengatakan akan terjadi kerusuhan seperti peristiwa 1998 jika memilih salah satu paslon dalam pilpres 2019.

BACA JUGA: Mafindo Dorong Polri Turun Selidiki Hoaks Server KPU

Polisi yang dapat mengidentifikasi pelaku langsung bergerak dan menangkap pelaku di rumah kosnya di Jalan Buncitan Sidoarjo. "Pelaku sudah meresahkan masyarakat dengan postingannya," kata Barung, Minggu 7 April 2019.

Barung mengatakan, polisi menerima laporan terkait postingan yang dilakukan pelaku sekitar seminggu yang lalu. "Kami menangkap pelaku Sabtu 6 April 2019 malam,” ujarnya.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Cecep Susatya menambahkan, saat penangkapan pelaku, polisi juga sempat mengamankan istrinya dan turut dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa.

BACA JUGA: Dua April, Diperingati Sebagai Hari Anti Hoaks Internasional

Dalam pemeriksaan, istrinya tidak mengetahui perbuatan pelaku, sehingga dilepaskan kembali.  "Pelaku melakukan aksinya itu sendiri, jadi kami melepas istrinya," ucap Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Cecep Susatya.

Cecep mengungkapkan, pelaku merupakan seorang residivis kasus perampasan yang terjadi  10 tahun lalu.  Saat ini polisi masih menyelidiki motifnya,” ujar Cecep.

Sebelum ditangkap, pelaku sempat mengganti nama akun FB, dari sebelumnya bernama Antonio Banerra menjadi Gatotkaca. Selain itu, postingan yang dinilai meresahkan juga sudah dihapus.  “Tapi kami berhasil mendapatkan postingan yang meresahkan masyarakat itu," kata Cecep.

BACA JUGA: Lima Hoaks yang Pernah Bikin Heboh Surabaya

Dalam pemeriksaannya, Arie juga mengaku sebagai salah satu karyawan dari Jawa Pos National Network (JPNN). Namun setelah dicek, tidak ada namanya karena saat ini dia berstatus pengangguran.

Pelaku dijerat dengan pasal 28 ayat 2 Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE). "Ancaman hukuman hingga enam tahun penjara," jelas Cecep.

Baca Juga

loading...