Pemkot Surabaya Luncurkan Aplikasi Tax

Khoirotul Lathifiyah

Selasa, 26 Maret 2019 - 22:37

JATIMNET.COM, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pajak Daerah (BPKPD) meluncurkan aplikasi Surabaya Tax untuk memudahkan pelaku usaha melakukan pembayaran pajak.  

“Ini adalah layanan Android untuk melapor pajak secara harian, setiap hari bisa langsung entry hasilnya,” kata Kepala BPKPD Yusron Sumartono saat memberikan Sosialisasi Anti Korupsi dalam Pengelolaan Pajak Daerah (Parkir, Hotel, Hiburan, Restoran) di Graha Sawunggaling Lt 6, Selasa 26 Maret 2019.

Yusron mengatakan para pengusaha tidak perlu khawatir melakukan pembayaran melalui android, karena semua transaksi akan mendapatkan bukti print out melalui e-mail yang terdaftar.

BACA JUGA: Begini Skema Insentif Keringanan Pajak Buat Industri

Koordinator Wilayah VI Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha mengatakan KPK dan Pemkot Surabaya sudah menjalin kerja sama untuk meningkatkan optimalisasi pendapatan daerah, termasuk pendapatan dalam pajak restoran, hotel, parkir dan hiburan.

“Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh wajib pajak untuk mentaati semua aturan, mulai dari mendaftarkan sebagai wajib pajak, taat melaporkan dan taat membayar dan yang lainnya, termasuk mengurus izinnya,” kata Asep.

Ia menjelaskan dengan aplikasi Surabaya Tax, pihaknya dapat memastikan semua sistem itu jalan, tidak ada kebocoran, tidak ada praktek pemerasan, suap, gratifikasi atau Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN) misalnya pengusaha dan petugas pajak.

BACA JUGA: Penerimaan Pajak Tahun ini DIprediksi Capai 94 Persen

“Jika ada pajak-pajak yang masih tertunda, kami akan dorong untuk dilunasi tunggakannya,” kata dia.

Asep juga menambahkan bahwa pertemuan kali ini hanyalah awal untuk mendorong kepatuhan para wajib pajak. Ke depannya, ia memastikan bahwa akan ada beberapa pertemuan lainnya dengan para wajib pajak di Surabaya.

“Kalau dari segi aturan sebenarnya sudah cukup, mulai dari perda hingga perwalinya, tinggal menjalankannya,” pungkasnya.

Sementara Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjelaskan manfaat pembayaran pajak dalam bidang pembangunan. Pada tahun 2010 lalu sekitar 50 persen wilayah Surabaya banjir.

BACA JUGA: Penerimaan Pajak Diprediksi Capai Rp 1.322,5 Triliun

Namun, dengan pajak dari warga dan para pengusaha itu, Pemkot Surabaya terus melakukan pembangunan infrastruktur hingga akhirnya saat ini banjir sudah tinggal beberapa persen.

“Selama delapan tahun saya jadi wali kota, kurang lebih ada 265 kilometer jalan baru saya bangun, jalan baru lho Pak!. Itu semua uangnya pemkot. Ada pula 256 kilometer lebih saluran yang kami bangun. Makanya kemudian tidak banjir,” kata Risma dalam sambutannya.

Risma meminta agar pengusaha tidak khawatir membayar pajak, karena dirinya sebagai wali kota menjamin pajak yang dibayarkan akan dipertanggungjawabkan penggunaannya.

BACA JUGA: Realisasi Pajak Masih 77,57 Persen

“Bayarkan pajak Bapak-Ibu sekalian, Insyallah kami amanah. Saya selalu cek setiap rupiah yang saya gunakan. Boleh dicek monggo hasilnya. Saya upayakan semuanya bisa kembali ke masyarakat,” kata Risma.

Ia juga mengimbau para pengusaha untuk terus melakukan inovasi dan kreatifitas agar usaha yang digelutinya tetap bertahan dan dapat bersaing dengan pengusaha lain. Menurutnya menjadikan Kota Surabaya semakin bagus dan indah tidak ada gunanya jika warganya tidak berhasil dan tidak sukses.

Kegiatan Sosialisasi anti korupsi dalam pengelolaan pajak daerah ini diikuti oleh 545 pengusaha yang terdiri dari 425 pengusaha restauran, 48 pengusaha hotel, 62 pengusaha parkir dan 10 pengusaha hiburan.

Baca Juga

loading...