JATIMNET.COM, Surabaya - Presiden Joko Widodo mengungkapkan besarnya peluang bisnis e-dagang di Asia Tenggara itu masih terbuka luas.

"Google dan Temasek memperkirakan nilai perdagangan e-commerce 2018 sebesar 23,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp336 triliun," kata Presiden dalam sambutannya saat menghadiri Peringatan HUT Ke-9 Situs Belanja Daring Bukalapak di Balai Sidang Jakarta, Kamis 10 Januari 2019.

Menurut Presiden, jumlah itu meningkat 114 persen dari 2017. Sedangkan pada 2025 total nilai perdagangan melalui e-dagang juga diperkirakan Google dan Temasek meningkat dua kali lipat sehingga mencapai sekitar 53 miliar dolar AS.

Presiden mengharapkan agar sektor swasta bersama pemerintah dapat memperbaiki kemasan, dan membangun citra dagang produk UMKM sehingga dapat diterima lebih luas oleh pasar.

Desain produk, "brand image" dan kemasan dinilai Presiden penting untuk meraih tren pasar. Jika sisi tersebut dapat dipenuhi, maka bisa meningkatkan penjualan produk melalui e-dagang.

"Kalau bisa disambungkan offline dengan online, bisa jadi kekuatan besar negara kita," ujar Presiden.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan terdapat sebanyak 56 juta UMKM yang terdapat di Indonesia. Sementara, Bukalapak telah bekerja sama dengan empat juta UMKM.

Presiden mengapresiasi inisiatif dan semangat dari situs belanja online. Diharapkan kedepannya dengan usaha e-dagang tersebut bisa menambah semangat positif dalam membangun ekonomi bangsa. "Kepada kita semuanya, selamat tahun baru 2019, selamat berlapak di 2019 ini," ujar Presiden.