Mencari Starting Eleven Inggris Jelang Kualifikasi Piala Eropa

Rochman Arief

Selasa, 11 Juni 2019 - 05:32

JATIMNET.COM, Surabaya – Inggris baru saja menyelesaikan Nation League dengan finish posisi ketiga setelah mengalahkan Swiss melalui adu penalti. Hasil itu dianggap sebagai kemajuan bagi The Union Jack.

Namun mereka bakal dihadapkan dengan banyak pertanyaan jelang bergulirnya kualifikasi Piala Eropa September mendatang. Sanggupkah Gareth Southgate meramu komposisi yang jauh lebih solid?

Sorotan ketidakmampuan mengontrol lini tengah seperti saat melawan Belanda menjadi pekerjaan rumah karena banyaknya kesalahan individu.

Dikutip dari Skysports.com, Senin 10 Juni 2019, Southgate mendapat pertanyaan siapa pemain yang layak dipertahankan untuk disertakan dalam kualifikasi Euro 2020?

BACA JUGA: Persiapan Timnas Inggris Terganggu Final Liga Champions

Penjaga gawang Everton, Jordan Pickford layak untuk disertakan. Meskipun penampilannya diragukan di level klub, namun kemampuan membaca arah tembakan dalam adu penlti melawan Swiss menjadi bukti.

Duet Joe Gomez dan Harry Maguire juga dianggap layak dipertahankan, meskipun Inggris memiliki John Stone. Namun penampilan Stone kerap angin-anginan, dan sering merugikan lini belakang.

Hal itu juga ditunjukkan kala membela Manchester City. Dampaknya dia harus berjuang mencari tempat inti bersama timnya.

BLUNDER. Gareth Southgate menghibur John Stones pasca kegagalan melaju ke final Nation League. Foto: Skysports.com.

“Itu adalah kesalahan bodoh dan mencoba menjadi pintar,” kata mantan bintang Liverpool, Jamie Carragher mengomentari permainan buruk Stone kepada Sky Sports.

Sektor sayap kanan-kiri, Trent Alexander-Arnold (TAA) dan Aaron Wan-Bissaka bisa menjadi opsi utama. (TAA) bahkan memiliki peran lebih baik dibandingkan Kyle Walker yang tampil mengecewakan saat melawan Belanda. Opsi lainnya adalah duet Ben Chilwell dan Danny Rose.

Bergerak ke lini sentral, Southgate memiliki banyak stok. Di lini sentral ini dibutuhkan pemain yang bisa menjadi otak sekaligus kendali permainan.

Mantan bek Manchester United (MU), Garry Neville mengusulkan Declan Rice dan Eric Dier bisa mengisi slot lini tengah, dengan alternatif Harry Winks. Sementara satu tempat diusulkan kapten Liverpool Jordan Henderson menjadi komandan penyerangan.

BACA JUGA: Hazard Tinggalkan Chelsea Usai Final Liga Eropa

Nama lain yang bisa dimasukkan adalah James Maddison, Mason Mount, Ross Barkley, Dele Alli, dan bintang Aston Villa Jack Grealish, bisa menyesuaikan pola dan strategi.

Satu nama lain yang bisa menjadi opsi adalah Fabian Delph. Gelandang Manchester City itu sanggup memainkan beberapa peran di lini tengah.

Di lini depan Harry Kane menjadi opsi utama, bersama Raheem Sterling. Bila mengacu pola 4-3-3 penyerang MU Marcus Rashford adalah pendamping ketiga.

Tetapi Sterling dan Rashford harus berjuang, karena bintang muda Chelsea, Callum Hudson-Odoi dan Adam Lallana bisa menggusurnya. Musim lalu Lallana berkutat dengan cedera dan jarang dimainkan. Namun Lallana dikenal licik di kotak penalti lawan untuk menciptakan peluang.

Baca Juga

loading...