Khofifah-Emil Siapkan Program Kerja 99 Hari Tahap Dua

Baehaqi Almutoif

Senin, 27 Mei 2019 - 08:28

JATIMNET.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku tengah menyiapkan 99 hari kerja tahap dua untuk menyempurnakan program kerja sebelumnya.

Emil beserta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akan mendiskusikan penyusunan 99 hari kerja jilid dua. "Di sini kita akan susun 99 hari kedua, untuk membangun kontinuitas," kata Emil, Selasa 21 Mei 2019.

Mantan Bupati Trenggalek itu mengaku masih mendiskusikan poin mana yang perlu dimasukkan dalam program 99 hari kerja tahap dua. Rencananya, hari ini (Senin 27 Mei 2019), pembahasan akan melibatkan stakeholder. “Masukan mana yang penting, nantinya akan kita tambahkan," tuturnya.

Secara keseluruhan, lanjut Emil, 99 hari kerja tahap pertama diakui telah berjalan lancar. Meski tidak ditampiknya ada beberapa program yang masih membutuhkan penyempurnaan. Namun, dia yakin semuanya sesuai rancangan sejak pihaknya resmi menerima mandat mendampingi Khofifah memimpin Jawa Timur.

BACA JUGA: Masih Butuh Penyempurnaan 99 Hari Pemerintahan Khofifah-Emil

“Alhamdulillah, secara keseluruhan hampir berjalan lancar. Karena kami menyusunnya dengan serealistis mungkin. Tapi pasti ada ruang penyempurnaan," urainya.

Program 99 hari kerja yang telah dirancang Khofifah-Emil di antaranya, program keluarga plus. Program ini memberikan bantuan sosial terhadap lansia dan disabilitas.

Selain itu, terdapat program Millennial Incubator for Entrepreneurship and Innovation. Program ini mendorong prakondisi untuk prilaku kreatif, yang akan menyasar lulusan SMA/SMK, dan akan menghadapi dunia usaha dan kerja.

Program 99 hari kerja lainnya adalah pendidikan gratis yang berkualitas. Program tersebut merupakan bantuan SPP dan seragam untuk siswa, serta peningkatan honorarium GTT/PTT.

BACA JUGA: May Day, Janji Khofifah dan Harapan Buruh Jatim

Tak ketinggalan juga program untuk pesantren. Khofifah-Emil memberikan layanan kesehatan gratis dan berkualitas bagi para santrinya.

Selanjutnya, program support olahraga dan atlet. Program ini meningkatkan prestasi olahraga di Jawa Timur melalui beasiswa di SMANOR Sidoarjo. Kemudian juga ‘Cetar Madura’.

Gerakan ini memperbaiki infratsuktur dan transportasi di kepulauan. Sekaligus memberi subsidi transportasi dan pembuatan kapal perintis antar pulau di Madura.

Kemudian program peri rumah penjaga ibu. Program ini dikhususkan untuk imam masjid, guru madrasah diniyah, hufazd, dan penjaga makam situs budaya. Terakhir adalah klinik BUMDes, serta adopsi Sungai Brantas agar terbebas dari sampah popok.

Baca Juga

loading...