JATIMNET.COM, Wellington – Baru-baru ini sebuah alat Google Earth menangkap misteri geografis di Pasifik Selatan. Dilaporkan Radio NZ, Google menangkap sebuah atol tak berpenghuni di Polinesia Prancis di Pasifik Selatan.

Ada yang tidak biasa tentang atol misterius yang masuk teritori Prancis itu. Namun jika diteliti lebih detail lagi, itu bukan pulau tropis biasa. Sisi kanan Mururoa terlihat penuh jika dilihat di Google Earth. Tetapi sisi kiri atol, ketika melihat peta, telah dikaburkan Google.

Sulit untuk mengetahui apa yang ada di bawah. Sudah jelas Muruora menyimpan misteri yang tidak kecil setelah dikaburkan Google.

BACA JUGA: Singapura Ciptakan Hutan dan Air Terjun Indoor Terbesar

Sebuah dokumen menyebutkan atol itu digunakan sebagai tempat pengujian nuklir dalam tiga dekade. Mururoa yang merupakan bagian dari Kepulauan Tuamotu, digunakan untuk pengujian nuklir yang dilakukan Prancis tahun 1966 untuk pertama kalinya.

Sebuah laporan menyebutkan, daya ledak dari uji coba nuklir di Mururoa mencapai 200 kali dibandingkan dengan ledakan Hiroshima dan Nagasaki yang dilakukan Amerika Serikat tahun 1945.

Studi yang dilakukan Greenpeace menemukan bahwa pengujian nuklir itu mencemari air sejauh Peru dan Selandia Baru, dengan tingkat radiasi 12 milirem.

BACA JUGA: Mengabadikan Alam Liar dalam Genggaman Sony Alfa

Banyak penduduk Tahiti berjuang untuk pengakuan bahwa mereka menderita radiasi berkat tes tersebut. Demikian laporan Radio NZ, seperti ditirukan Express, Jumat 8 Maret 2019.

Pengujian nuklir dilakukan Prancis tahun 1996 itu diungkap mantan Presiden Prancis, Jacques Chirac. Orang pertama di Prancis itu membongkar fasilitas pengujian nuklir. Dia mengatakan di sebuah radio bahwa keselamatan negara dan anak-anak harus terjamin. Demikian laporan BBC kala itu.

Pulau itu tetap menjadi zona larangan bepergian dan dijaga oleh pasukan Prancis yang bisa menunjukkan mengapa pulau itu dikaburkan.